KONTAN - https://www.kontan.co.id/
PT Pupuk Indonesia (Persero) mengumumkan penyesuaian mekanisme pengadaan batu bara untuk memastikan pasokan energi dan bahan bakar tetap stabil.
Menurut Sekretaris Perusahaan, Yehezkiel Adiperwira, langkah ini bersifat antisipatif terhadap dinamika pasokan dalam negeri dan diterapkan sebagai mitigasi jangka pendek dengan skema pembelian langsung sesuai ketersediaan pasar.
Ia menegaskan bahwa batu bara masih menyumbang sekitar 20% total sumber energi grup Pupuk Indonesia.
Penggunaan batu bara terbatas pada tiga pabrik: Pupuk Sriwidjaja, Petrokimia Gresik, dan Pupuk Kalimantan Timur. Sisanya mengandalkan pembangkit berbasis gas bumi melalui Gas Turbine Generator, serta Waste Heat Boiler dan Package Boiler untuk produksi uap.
Selain itu, grup Pupuk Indonesia terus melakukan efisiensi energi, mengoptimalkan kapasitas pembangkit gas, dan memperluas pemanfaatan energi terbarukan seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai bagian dari program dekarbonisasi.
Yehezkiel juga menyatakan dukungan grup terhadap penerbitan alokasi oleh Dirjen Minerba ESDM, agar pasokan batu bara untuk industri pupuk dapat terencana dengan kepastian yang lebih baik.
Berdasarkan Keputusan Menteri ESDM No 267.K/MB.01/MEM.B/2022, industri pupuk termasuk dalam kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) batu bara dengan harga khusus US$?90 per metrik ton, setara dengan harga semen, untuk menjamin ketersediaan energi bagi sektor vital ini.
Kebijakan tersebut menegaskan pentingnya industri pupuk sebagai penyokong hajat hidup banyak orang, sebanding dengan sektor ketenagalistrikan.
Sebagai tambahan, Kementerian ESDM menargetkan produksi batu bara untuk DMO mencapai 75 juta ton tahun ini, yang berasal dari perusahaan tambang PKP2B generasi I dan BUMN.
#kontantv #kontan #kontannews
________________________________________