Ketegangan di Timur Tengah memasuki babak baru setelah Iran dilaporkan meneken kontrak pembelian 500 peluncur portabel Verba dan 2.500 rudal 9M336 dari Rusia senilai sekitar Rp10 triliun. Sistem pertahanan udara canggih ini dirancang untuk menembak jatuh pesawat tempur, helikopter, rudal jelajah, hingga drone terbang rendah, sebagai respons atas serangan Israel dan Amerika Serikat yang merusak sejumlah fasilitas strategis Iran pada 2025.
Di saat yang sama, citra satelit menunjukkan Iran memperkuat kompleks Parchin, Isfahan, dan Natanz dengan fasilitas bawah tanah berlapis beton tebal, mengirim sinyal bahwa Teheran bersiap menghadapi skenario konflik terburuk sembari membuat negosiasi nuklir kian rumit. Dengan kontrak rudal bernilai hampir Rp10 triliun dan perlindungan ekstra untuk instalasi nuklir, langkah Iran ini akan menjadi penahan perang atau justru memicu babak baru perlombaan senjata di Timur Tengah?
#Iran #Rusia #RudalVerba #PertahananUdara #TimurTengah #KonflikIranAS #ProgramNuklirIran #Geopolitik #KeamananGlobal #KontanNews