Ada Peran Intelijen AS di Balik Tewasnya Raja Narkoba Meksiko El Mencho


Selasa, 24 Februari 2026 | 21:45 WIB | dilihat

KONTAN - https://www.kontan.co.id/

Bos narkoba paling dicari di Meksiko akhirnya tewas.

Operasi militer yang menewaskan Nemesio Oseguera alias El Mencho disebut tak lepas dari dukungan intelijen Amerika Serikat.

Nemesio Oseguera Cervantes, atau dikenal sebagai El Mencho, adalah pemimpin Cartel de Jalisco Nueva Generación (CJNG).

Kartel ini dikenal sebagai salah satu organisasi kriminal paling brutal dan berpengaruh di Amerika Latin.

El Mencho tewas dalam operasi militer di Tapalpa, negara bagian Jalisco, setelah mengalami luka-luka dalam baku tembak dengan pasukan Meksiko.

Kematian pria 60 tahun ini disebut sebagai salah satu pukulan terbesar terhadap kartel dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut laporan Reuters, operasi tersebut melibatkan koordinasi erat antara pasukan khusus Meksiko dan satuan tugas bentukan militer A-S.

Gedung Putih mengonfirmasi keterlibatan tersebut.

Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan bahwa pemerintah A-S memberikan dukungan intelijen penuh.

Sementara Presiden Donald Trump memuji kerja sama militer kedua negara.

Wakil Menteri Luar Negeri A-S, Christopher Landau, menyebut kematian El Mencho sebagai perkembangan luar biasa bagi kawasan.

Keterlibatan aktif A-S terjadi di tengah tekanan kuat Washington terhadap Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum.

Pemerintah A-S mendesak Meksiko meningkatkan operasi terhadap kartel yang dianggap bertanggung jawab atas produksi dan penyelundupan fentanil ke A-S.

Sebelumnya, Trump bahkan menyatakan kartel menguasai Meksiko dan memperingatkan kemungkinan tindakan langsung.

Sheinbaum menyatakan siap memperkuat kerja sama, tetapi menegaskan kedaulatan Meksiko tetap yang utama, dan tidak boleh ada tindakan militer sepihak dari A-S.

Meski operasi dipuji sebagai sukses besar, situasi di lapangan justru memburuk.

Loyalis kartel melakukan aksi balas dendam dengan memblokade jalan, membakar kendaraan dan menyerang unit usaha.

Kekerasan dilaporkan terjadi di sedikitnya enam negara bagian. Kondisi ini memukul aktivitas publik dan sektor pariwisata.

Pakar keamanan dan mantan agen DEA, Carlos Olivo, memperingatkan bahwa kematian El Mencho bukan akhir dari konflik.

Justru, perebutan kekuasaan antar faksi dalam organisasi mafia Cartel de Jalisco Nueva Generación bisa memicu gelombang kekerasan baru yang berlangsung bertahun-tahun.

#kontantv #kontan #kontannews
________________________________________


Video Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved