Di tengah tekanan militer besar-besaran Amerika Serikat, Iran justru memamerkan gigi barunya di Selat Hormuz. Untuk pertama kalinya, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menguji rudal pertahanan udara Sayyad-3G dari kapal perang Shahid Sayyad Shirazi, dengan klaim jangkauan hingga 150 km. Rudal ini dirancang melindungi kapal-kapal cepat kelas Shahid Soleimani dan menciptakan “payung” pertahanan udara regional di salah satu jalur energi paling vital dunia, tempat sekitar seperlima pasokan minyak dan gas global melintas.
Uji coba rudal dalam latihan militer “Smart Control” ini berlangsung bersamaan dengan negosiasi alot Iran–AS di Jenewa, yang disebut sudah mencapai kesepahaman awal namun masih menyisakan banyak detail teknis. Di satu sisi diplomasi berjalan, di sisi lain rudal diuji dan armada dikerahkan—menegaskan pesan bahwa Teheran siap bernegosiasi, tetapi juga siap bertahan jika tekanan berujung konfrontasi. Menurut Anda, apakah demonstrasi kekuatan seperti Sayyad-3G ini akan menjadi kartu tawar Iran di meja perundingan, atau justru memicu babak eskalasi baru di kawasan Teluk?
#Iran #Sayyad3G #IRGC #SelatHormuz #RudalPertahananUdara #LatihanMiliter #TimurTengah #KeamananEnergi #ASvsIran #Geopolitik #PerangDinginBaru #NuklirIran #KontanNews