KONTAN - https://www.kontan.co.id/
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menolak rencana pemerintah mengimpor 105.000 kendaraan niaga senilai Rp 24,66 triliun dari India untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Kadin menilai langkah tersebut berisiko mematikan industri otomotif nasional dan bertentangan dengan program industrialisasi yang tengah digalakkan pemerintah.
Menurut Wakil Ketua Umum Bidang Perindustrian Kadin, Saleh Husin, selain tidak sejalan dengan visi dan program kerja Presiden, perusahaan otomotif dalam negeri sudah siap melayani kebutuhan KDKMP.
Saleh menekankan bahwa kebutuhan mobil pikap oleh KDKMP seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat industri otomotif dalam negeri, bukan membuka pintu bagi impor massal.
Impor kendaraan utuh (CBU) justru dapat menekan industri komponen lokal yang menjadi tulang punggung perakitan mobil, mulai dari mesin, bodi, sasis, ban, aki, kursi, hingga perangkat elektronik.
Semakin kuat produksi komponen otomotif lokal, semakin tinggi tingkat komponen dalam negeri (TKDN), penyerapan tenaga kerja, dan efek pengganda terhadap perekonomian.
Dominasi kendaraan impor berpotensi melemahkan agenda hilirisasi serta industrialisasi nasional, kata Saleh.
Rencana impor ini diajukan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara, dengan rincian 35.000 unit mobil pikap 4x4 dari Mahindra & Mahindra Ltd., 35.000 unit pikap 4x4 dari Tata Motors, dan 35.000 unit truk roda enam dari produsen yang sama, yang akan dikirim secara bertahap sepanjang 2026. Hingga kini, sebanyak 200 unit pikap Mahindra sudah tiba di Indonesia.
Saleh menegaskan, pemerintah sebaiknya memprioritaskan produk otomotif dalam negeri agar industri lokal tetap tumbuh, menyerap tenaga kerja, dan menjaga keberlanjutan rantai pasok otomotif nasional.
#kontantv #kontan #kontannews
________________________________________