RKAB Dipangkas, FINI: Pasokan Nikel Tak Akan Mencukupi Kebutuhan Industri Hilirisasi


Minggu, 22 Februari 2026 | 18:15 WIB | dilihat

KONTAN - https://www.kontan.co.id/

Indonesia kini berada di persimpangan penting dalam industri nikel nasional.

Ketua Forum Industri Nikel Indonesia, Arif Perdana Kusumah, menilai rencana impor bijih nikel sebesar 15 juta ton pada 2025 belum cukup memenuhi kebutuhan smelter yang sudah dan akan beroperasi.

Menurutnya, kebutuhan riil industri hilirisasi pada 2026 bisa mencapai 90 hingga 100 juta wet metric ton, jauh melampaui proyeksi pemerintah.

Sejumlah anggota FINI bahkan telah mengajukan revisi RKAB untuk menyesuaikan kuota produksi.

Salah satu contoh berada di Weda, yang memperoleh kuota 42 juta ton pada 2025 guna menopang ekosistem smelter RKEF dan refinery HPAL.

#kontan #kontantv #kontannews #RKAB #NikelIndonesia #Hilirisasi #IndustriNikel #PasokanNikel #TambangNikel #SmelterIndonesia #FINI #Minerba #EkonomiIndonesia #IndustriBaterai #EVIndonesia #BeritaEkonomi #BeritaTerkini #KontanNews #KebijakanTambang #SektorTambang #InvestasiNikel #EnergiTerbarukan #BreakingNews


Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved