KONTAN - https://www.kontan.co.id/
Pemerintah akan menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) satu hari dalam seminggu setelah Lebaran untuk menurunkan konsumsi BBM di tengah gejolak harga minyak global.
Kebijakan ini muncul di tengah gejolak harga minyak global yang dipicu ketegangan geopolitik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, skema WFH tidak akan diberlakukan setiap hari. Pemerintah memilih satu hari dalam seminggu—misalnya Jumat—agar tetap menjaga keseimbangan antara efisiensi energi dan produktivitas kerja.
Satu hari WFH per minggu dapat mengurangi konsumsi BBM hingga 20%. Angka ini dihitung secara kasar oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang menekankan bahwa pengurangan mobilitas harian masyarakat akan menurunkan beban subsidi energi nasional.
Namun, kebijakan ini tidak bersifat paksa untuk semua sektor. Airlangga menegaskan bahwa WFH akan menjadi imbauan bagi sektor swasta, sementara ASN dan layanan publik tetap harus menyesuaikan sesuai kebutuhan operasional.
Koordinasi lintas kementerian menjadi kunci. Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Dalam Negeri akan bekerja sama memastikan implementasi optimal di berbagai sektor, mulai dari pendidikan hingga layanan publik.
Penentuan hari WFH pada hari Jumat berpotensi memperpanjang akhir pekan, memberi stimulus ringan bagi sektor pariwisata domestik. Lebih banyak waktu luang berarti peningkatan aktivitas rumah tangga, belanja, dan kunjungan ke destinasi wisata lokal.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya sudah mengusulkan langkah-langkah antisipasi krisis energi, termasuk pembatasan kendaraan pribadi dan penerapan sistem kerja fleksibel. Ia mencontohkan negara seperti Pakistan dan Filipina yang sudah mengadopsi model kerja hybrid—empat hari di kantor, satu hari daring.
Indonesia memiliki pengalaman kerja jarak jauh selama pandemi COVID-19. Prabowo menilai bahwa dengan teknologi video conference yang kini lebih canggih, sekitar 75% karyawan dapat bekerja dari rumah secara efektif.
Meski begitu, semua pihak diingatkan untuk tidak berlebihan. Purbaya menekankan bahwa terlalu sering WFH dapat menurunkan produktivitas. Oleh karena itu, satu hari per minggu dipilih sebagai titik optimal antara efisiensi energi dan kinerja kerja.
Konsumsi BBM yang tinggi bukan hanya membebani anggaran subsidi, tapi juga memperparah emisi karbon. Dengan mengurangi perjalanan harian, pemerintah tidak hanya menghemat uang negara, tapi juga berkontribusi pada target pengurangan emisi nasional.
Bagi ASN, persiapan teknis meliputi penyediaan perangkat kerja yang memadai, keamanan data, dan pelatihan penggunaan platform kolaborasi. Sektor swasta diharapkan mengikuti contoh dengan menyusun kebijakan internal yang fleksibel namun tetap menjaga output.
Jika kebijakan ini dijalankan konsisten, penghematan BBM dapat mencapai miliaran liter per tahun, mengurangi beban subsidi, dan memberi ruang anggaran untuk investasi energi terbarukan.
#kontantv #kontan #kontannews
________________________________________