Trump Tunda Serangan Iran 5 Hari! Harga Minyak & Emas Langsung Anjlok, Dunia Tarik Napas


Selasa, 24 Maret 2026 | 00:41 WIB | dilihat

Keputusan mendadak dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump langsung bikin dunia menahan napas. Di tengah ketegangan panas dengan Iran, Trump justru menarik “rem darurat” dengan memperpanjang ultimatum—dari 48 jam jadi lima hari. Tapi jangan salah, ini bukan tanda perang mereda sepenuhnya… justru bisa jadi penentuan paling krusial.
Berbicara di Palm Beach, Florida, Trump mengklaim ada kemajuan besar dalam negosiasi rahasia antara Washington dan Teheran. Bahkan, ia menyebut hampir semua poin penting sudah mencapai kesepakatan.
Artinya, di balik ancaman militer yang selama ini mendominasi, jalur diplomasi ternyata tetap berjalan. Trump juga memberi sinyal akan ada komunikasi lanjutan dalam waktu dekat, termasuk lewat sambungan telepon, untuk mengunci kesepakatan final.
Namun, lima hari ini bukan sekadar waktu tambahan biasa. Ini adalah masa krusial—di mana diplomasi berjalan di bawah bayang-bayang kekuatan militer. Trump menegaskan, jika negosiasi gagal, opsi pengeboman tetap siap dijalankan.
Strateginya jelas: tekanan maksimum sambil membuka pintu damai.
Lalu, apa saja syarat dari Amerika Serikat? Ada tiga poin utama yang disebut sebagai “harga mati”:
Pertama, Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.

edua, seluruh aktivitas pengayaan uranium harus dihentikan total.

etiga, seluruh cadangan uranium yang sudah diperkaya harus diserahkan.
Trump bahkan menegaskan, Amerika siap mengambil langsung material tersebut dari Iran demi memastikan tidak ada ancaman nuklir di kawasan.
Menariknya, dampak keputusan ini langsung terasa ke seluruh dunia—terutama di pasar global.
Begitu tensi konflik sedikit mereda, harga komoditas langsung jatuh tajam. Minyak mentah jenis WTI anjlok lebih dari 8%, turun ke kisaran US$ 89 per barel. Brent bahkan turun lebih dalam, lebih dari 9% ke sekitar US$ 101 per barel.
Bukan cuma minyak, emas juga ikut tertekan. Harga emas spot turun sekitar 3,2%, karena investor mulai keluar dari aset safe haven.
Ini menunjukkan satu hal penting: selama ini harga energi dan emas tinggi bukan cuma karena permintaan, tapi juga karena “premi risiko perang”.
Ketika risiko itu hilang—even sementara—pasar langsung bereaksi keras.
Trump sendiri bahkan tidak keberatan jika Iran kembali mengekspor minyak secara besar-besaran. Tujuannya jelas: menekan harga energi global dan meredam inflasi di dalam negeri Amerika.
Di sisi lain, kondisi internal Iran juga disebut sedang tidak stabil. Trump mengungkap banyak figur penting di Iran yang sebelumnya menjadi target serangan.
Bahkan, ada klaim bahwa militer AS sempat membidik fasilitas listrik besar bernilai lebih dari US$ 10 miliar—sebelum akhirnya Iran bersedia kembali ke meja perundingan.
Situasi ini menambah kompleksitas: bukan hanya soal konflik eksternal, tapi juga stabilitas internal Iran sendiri.
#Trump #Iran #PerangIranAS #MinyakDunia #HargaMinyak #EmasTurun #Geopolitik #TimurTengah #BreakingNews #EkonomiGlobal #BBM #Inflasi #Reuters #Diplomasi #NuklirIran #PasarGlobal #Investasi #SafeHaven #EnergiDunia #NewsUpdate


Video Lainnya
Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved