RKAB Batubara 2026 Hampir 400 Juta Ton, Proses Dikebut Hingga Akhir Maret


Senin, 23 Maret 2026 | 19:43 WIB | dilihat

KONTAN - https://www.kontan.co.id/

Pemerintah Indonesia menargetkan produksi batubara mencapai 600 juta ton pada 2026. Sampai 17 Maret, hampir 400 juta ton RKAB sudah disetujui.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mempercepat proses persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) produksi batubara. Hingga 17 Maret 2026, total RKAB yang disetujui mencapai sekitar 390 juta ton, mendekati target 400 juta ton.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, Tri Winarno, menegaskan target penyelesaian RKAB pada akhir Maret 2026.

Target produksi batubara nasional tahun 2026 dipatok 600 juta ton. Dengan persetujuan RKAB hampir 400 juta ton, sisanya akan diproses dalam beberapa minggu ke depan. Artinya, pemerintah dan pelaku usaha masih harus menyelaraskan kuota produksi agar tercapai.

Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) belum menerima laporan lengkap dari semua anggotanya terkait status RKAB. Gita Mahyarani, Direktur Eksekutif APBI, menyebut ada perusahaan yang sudah dapat persetujuan, namun ada pula yang masih menunggu.

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) sudah mengantongi persetujuan RKAB untuk 2026 dengan kuota maksimal 53,2 juta ton. Eko Prayitno, Corporate Secretary Division Head PTBA, menjelaskan angka ini menjadi batas atas operasional pertambangan perusahaan sepanjang tahun dan mendukung target keuangan serta operasionalnya.

Sebaliknya, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) belum menerima surat persetujuan resmi RKAB. Direktur Yulius Kurniawan Gozali menyatakan bahwa data persetujuan baru muncul di sistem Direktorat Jenderal Minerba, sehingga perusahaan belum dapat merinci kuota produksi. Ia juga mengindikasikan potensi penurunan kuota dibandingkan tahun sebelumnya karena beberapa site mengalami cut.

Progres persetujuan RKAB yang masih berjalan berarti kuota produksi antar perusahaan akan terus berubah hingga proses selesai. Dinamika ini menjadi faktor kunci dalam realisasi target produksi nasional 600 juta ton pada 2026.

Produksi batubara masih menjadi kontributor utama pendapatan negara, lapangan kerja, dan energi listrik. Namun, fluktuasi kuota dapat memengaruhi stabilitas pasokan energi, harga batubara, serta implikasi lingkungan. Memahami progres RKAB membantu investor, regulator, dan masyarakat menilai arah kebijakan energi Indonesia.

#kontantv #kontan #kontannews
________________________________________


Video Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved