Pertamina Tingkatkan Impor LPG dari AS hingga 70% sejak Awal 2026


Senin, 23 Maret 2026 | 21:17 WIB | dilihat

KONTAN - https://www.kontan.co.id/

Sejak Januari 2026, PT Pertamina Patra Niaga (PPN) resmi meningkatkan porsi impor LPG dari Amerika Serikat. Direktur Utama PPN, Mars Ega Legowo Putra, mengungkapkan bahwa sebelumnya impor LPG dari AS hanya 57%, kini melonjak menjadi 70%.

Kenapa tiba-tiba naik? Karena Indonesia ingin mengamankan pasokan energi di tengah eskalasi konflik antara Iran, Israel, dan Amerika. Risiko gangguan rantai pasok energi global mendorong pemerintah mencari sumber yang lebih stabil dan dapat diprediksi.

Menariknya, proses pembelian LPG ini tetap melalui lelang resmi, bukan tunjuk langsung. Jadi, meski persentasenya tinggi, transparansi dan prosedur tetap terjaga.

Langkah ini juga merupakan bagian dari kesepakatan dagang bilateral Indonesia-AS yang sudah disepakati sebelum konflik Timur Tengah memanas. Total nilai impor energi dari AS diproyeksikan mencapai US$15 miliar, dengan LPG menyumbang US$3,5 miliar.

Menteri Energi Bahlil Lahadalia menjelaskan alokasi tersebut: US$7 miliar untuk BBM olahan, US$4,5 miliar untuk minyak mentah, dan sisanya untuk LPG. Namun, penting diingat, ini bukan penambahan volume total impor, melainkan pergeseran sumber dari negara-negara lain seperti Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Afrika.

Indonesia mengimpor sekitar 7 juta ton LPG tiap tahun. Dengan porsi AS yang terus naik, diharapkan pasokan domestik menjadi lebih stabil, terutama ketika geopolitik dunia semakin tidak menentu.

Strategi diversifikasi ini menekankan prinsip keekonomian. Pemerintah berusaha memastikan harga LPG tetap kompetitif dan menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Implementasi penuh diperkirakan selesai dalam 90 hari setelah arahan Presiden Prabowo Subianto. Jadi, dalam tiga bulan ke depan, kita akan melihat perubahan signifikan dalam rantai pasok LPG nasional.

#kontantv #kontan #kontannews
________________________________________


Video Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved