KONTAN - https://www.kontan.co.id/
Investor dan miliarder Ray Dalio mengatakan emas tetap menjadi aset teraman di tengah kondisi global yang serba tidak pasti seperti saat ini.
Menurut Dalio, emas tetap aman kendati harganya mengalami fluktuasi yang tajam.
Berbicara di World Government Summit di Dubai, Dalio, pendiri Bridgewater Associates yang merupakan hedge fund terbesar di dunia, mengatakan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan pasar yang bergejolak, kepercayaan pada uang sebagai alat penyimpan kekayaan semakin dipertanyakan.
Kondisi itu mendorong bank sentral dan investor negara untuk mengakumulasi emas.
Ia mencatat, sejak runtuhnya sistem moneter berbasis emas pada tahun 1971, pemerintah telah bergantung pada mata uang fiat yang dapat dicetak lebih mudah, yang menyebabkan penumpukan utang yang stabil di seluruh perekonomian.
Meskipun sistem ini telah mendukung pertumbuhan, sistem ini juga meningkatkan risiko keuangan jangka panjang.
Di tengah ketidakpastian yang meningkat, kata Dalio, emas menonjol karena tidak mudah dikendalikan atau didevaluasi oleh satu negara pun.
Saat ini, emas adalah aset cadangan terbesar kedua yang dipegang oleh bank sentral di seluruh dunia, setelah dollar A-S.
Menanggapi volatilitas harga emas baru-baru ini, Dalio memperingatkan agar tidak memandangnya sebagai perdagangan jangka pendek.
Harga emas telah melonjak selama setahun terakhir tetapi juga mengalami penurunan tajam, yang mencerminkan ketidakpastian pasar yang lebih luas.
Menurutnya, harga emas naik sekitar 65 persen dari tahun lalu, dan turun sekitar 16 persen dari puncaknya.
Dalio menggambarkan emas sebagai diversifikasi yang efektif, yakni aset yang cenderung berkinerja baik selama periode krisis dan ketidakstabilan, meskipun kinerjanya menurun selama masa-masa yang lebih makmur.
Mempertahankan alokasi yang konsisten, katanya, memungkinkan investor untuk mengelola risiko daripada mengejar keuntungan.
Ia menambahkan bahwa alokasi aset strategis tetap menjadi fondasi ketahanan keuangan jangka panjang.
Sejak awal 2026, harga emas dunia mengalami reli tajam yang melanjutkan lonjakan besar pada 2025.
Harga spot emas global menembus level 5.000 dollar AS per ounce pada akhir Januari 2026, sebagian karena permintaan safe-haven yang kuat.
Bank investasi dan analis menaikkan target harga 2026 setelah reli tersebut. Goldman Sachs, misalnya, menaikkan perkiraan harga emas dunia pada akhir 2026 menjadi sekitar 5.400 dollar AS per ounce, sementara beberapa bank besar memproyeksikan target yang lebih tinggi lagi.
Reli awal tahun ini mencerminkan kelanjutan lonjakan besar yang mencapai sekitar 64 sampai 65 persen sepanjang 2025.
Dorongan utama di balik kenaikan harga emas dunia pada Januari 2026 adalah pertama, kombinasi akumulasi emas oleh bank sentral negara emerging market dan beberapa negara yang mendiversifikasi cadangan.
Kedua, kenaikan permintaan investor ritel dan institusional ke instrumen emas (ETF) sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian geopolitik.
Ketiga, ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter atau penurunan suku bunga di masa depan yang menurunkan imbal hasil riil dan meningkatkan daya tarik emas.
Laporan Reuters mencatat bahwa pembelian bank sentral dan kekhawatiran geopolitik menjadi faktor pendorong utama reli harga emas tersebut.
#kontantv #kontan #kontannews
________________________________________