Emas Masih Diburu, JP Morgan Prediksi Harga Emas Dunia Sentuh 6.300 Dollar AS


Rabu, 04 Februari 2026 | 20:30 WIB | dilihat

KONTAN - https://www.kontan.co.id/

Bank investasi global JP Morgan memproyeksikan harga emas dunia akan mencapai 6.300 dollar AS per troy ounce (ons) pada akhir 2026.

Ini menggambarkan optimisme kuat di kalangan lembaga keuangan besar terhadap pasar logam mulia yang selama ini dipandang sebagai aset safe haven.

Proyeksi itu muncul di tengah kondisi pasar yang sangat bergejolak dan permintaan yang dinilai tetap kuat di tengah pergeseran strategi alokasi aset global.

Dalam laporan riset yang dirilis awal Februari 2026, JP Morgan menyatakan bahwa permintaan dari bank sentral dan investor institusional akan menjadi pendorong utama harga emas.

Dikutip dari Mining.com, lembaga ini memperkirakan pembelian emas oleh bank sentral global mencapai 800 ton di 2026, yang dianggap sebagai tren yang bersih, struktural, dan diversifikasi yang berkelanjutan.

Prediksi tersebut menempatkan harga emas hampir 30 persen lebih tinggi dari level yang tercatat pada awal 2026, ketika harga sempat diperdagangkan di kisaran sekitar 4.600 sampai 4.700 dollar AS per ounce.

Laju kenaikan tahun ini menambah momentum setelah logam mulia ini mencatat all-time highs alias rekor tertinggi di kisaran 5.594,82 dollar AS per ounce hanya beberapa hari sebelumnya.

JP Morgan menempatkan bank sentral sebagai pembeli strategis yang memberikan fundamental demand untuk emas.

Pembelian oleh bank sentral selama beberapa tahun terakhir telah meningkat, dengan banyak negara yang terus mendiversifikasi cadangan valuta asing mereka dari aset berbasis dollar AS menuju kepemilikan emas fisik.

Permintaan ini bukan hanya bersifat spekulatif, tetapi bagian dari strategi kebijakan untuk mengurangi risiko geopolitik dan volatilitas mata uang asing.

Berdasarkan data World Gold Council, pembelian emas bersih bank sentral pada kuartal IV 2025 mencapai 230 ton, naik sekitar 6 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.

Sementara itu, total pembelian emas bank sentral sepanjang tahun 2025 mencapai 863,3 ton, lebih rendah dari bulan-bulan sebelumnya di periode 2022–2024 tetapi masih jauh di atas rerata dekade sebelumnya, yakni sekitar 473 ton.

Data survei dari World Gold Council juga mencatat, sekitar 95 persen responden bank sentral memperkirakan cadangan emas mereka akan meningkat dalam 12 bulan mendatang, menunjukkan kepercayaan institusional pada logam mulia sebagai bagian dari cadangan devisa.

Tren diversifikasi juga tercermin dalam data World Gold Council yang menunjukkan permintaan global emas pada 2025 mencapai rekor tertinggi.

Tercatat, total permintaan emas dunia pada tahun 2025 mencapai 5.002 metrik ton, level tertinggi dalam sejarah, terpicu oleh lonjakan permintaan investasi investor global.

Sentimen pasar terhadap penunjukan pejabat bank sentral, ekspektasi suku bunga, dan arah kebijakan fiskal negara-negara maju tetap menjadi faktor utama yang memicu volatilitas harga emas.

Spekulasi tentang potensi penurunan suku bunga oleh beberapa bank sentral telah mendorong investor untuk mencari aset non-bunga seperti emas, yang dilihat sebagai pelindung nilai di tengah ketidakpastian pasar.

World Gold Council dalam outlook terbarunya menyatakan bahwa ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global diperkirakan akan terus menjadi pendorong permintaan emas.

#kontantv #kontan #kontannews
________________________________________


Video Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved