https://www.kontan.co.id/
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mendesak kontraktor migas mempercepat pengembangan blok minyak dan gas yang sudah menyelesaikan eksplorasi serta memperoleh persetujuan rencana pengembangan atau Plan of Development (POD). Kontraktor yang tidak mampu mengeksekusi proyek diminta menyerahkan konsesinya kepada negara untuk ditawarkan kepada pihak lain, termasuk Pertamina.
Desakan ini muncul di tengah tantangan produksi minyak nasional. Pada 2025, lifting minyak Indonesia mencapai target APBN sebesar 605.000 barel per hari. Namun, konsumsi minyak masih sekitar 1,6 juta barel per hari, sehingga Indonesia tetap bergantung pada impor.
Bahlil juga mendorong percepatan tender blok migas, inovasi teknologi untuk sumur tua, serta penyederhanaan perizinan melalui rencana pembentukan Badan Usaha Khusus (BUK). Pemerintah menargetkan peningkatan produksi migas untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
Simak laporan lengkap KONTAN TV mengenai ultimatum Bahlil kepada kontraktor migas dan tantangan Indonesia mengurangi ketergantungan pada impor minyak.
#BahlilLahadalia #Migas #MinyakIndonesia #LiftingMinyak #ESDM #SKKMigas #Pertamina #ImporMinyak #KetahananEnergi #EnergiIndonesia #BlokMigas #InvestasiMigas #BeritaEkonomi #KONTANTV