KONTAN - https://www.kontan.co.id/
Pemerintah Indonesia mulai mengurangi pasokan gas alam ke Singapura sebesar 31 BBTUD sejak 24 Oktober 2026. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah telah memperhitungkan berbagai risiko kebijakan tersebut, termasuk ketergantungan impor BBM RON 90 atau Pertalite dari negara tetangga.
Pada Januari 2025, Bahlil pernah menyebut sekitar 58 persen konsumsi minyak Indonesia dipenuhi melalui impor dari Singapura. Sementara itu, pemerintah menargetkan lifting minyak mencapai 900 ribu hingga 1 juta barel per hari pada 2028–2029.
Apakah peningkatan produksi minyak bisa mengurangi impor BBM? Mengapa Indonesia masih membeli produk energi dari Singapura? Dan apa tantangan terbesar untuk mencapai ketahanan energi?
Video ini membahas:
- Kebijakan pengurangan pasokan gas ke Singapura.
- Ketergantungan impor bensin dan produk BBM.
- Target lifting minyak 2028–2029.
- Strategi mengaktifkan idle well, menerapkan EOR, dan mengembangkan sumur baru.
- Pentingnya memperkuat kilang serta diversifikasi pasokan energi.
Menurut Anda, apa yang harus menjadi prioritas pemerintah: meningkatkan produksi minyak, memperkuat kilang, atau mengurangi konsumsi BBM? Sampaikan pendapat Anda di kolom komentar.
Subscribe dan aktifkan notifikasi untuk mengikuti berita energi, ekonomi, dan kebijakan pemerintah.
#EnergiIndonesia #BahlilLahadalia #Pertalite #ImporBBM #EksporGas #Singapura #KetahananEnergi #LiftingMinyak #ESDM #Migas #KilangMinyak #BeritaEkonomi #KontanTV