KONTAN - https://www.kontan.co.id/
Ketegangan di Teluk Persia kian memanas.
Negara-negara Teluk memperingatkan Iran: jika serangan drone dan rudal terus berlanjut, mereka siap mengambil langkah balasan.
Dalam pernyataan bersama pada Senin, negara-negara anggota Blok Gulf Cooperation Council atau GCC — yakni Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Qatar, Bahrain, dan Oman — mengutuk serangan Iran sebagai tindakan keji dan pengkhianatan.
Mereka menegaskan hak untuk merespons jika agresi terus berlanjut.
Sebelumnya, negara-negara Teluk menyatakan tidak akan mengizinkan wilayah mereka digunakan untuk menyerang Iran. Namun, setelah infrastruktur vital dan fasilitas ekspor energi mereka menjadi sasaran, risiko keterlibatan langsung dalam konflik semakin besar.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari, menyatakan negaranya selalu mengedepankan perdamaian.
Namun ia menegaskan, serangan terhadap pembangkit listrik dan fasilitas produksi gas alam utama Qatar tidak bisa dibiarkan tanpa konsekuensi.
Serangan ini tidak bisa dibiarkan tanpa jawaban. Harus ada harga yang dibayar, tegasnya.
Sementara itu, Arab Saudi memanggil duta besar Iran setelah serangan terhadap kilang minyak di wilayahnya.
Analis politik Saudi memperingatkan bahwa jika kesabaran Riyadh habis, situasi bisa berubah menjadi perang regional multi-dimensi.
Meski menyatakan tidak ingin terseret ke konflik lebih luas, Arab Saudi menegaskan ada garis merah yang tidak boleh dilanggar.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Aragchi membantah negaranya menyerang negara-negara Teluk.
Menurutnya, target Iran adalah kehadiran militer Amerika Serikat di wilayah tersebut, bukan negara tetangga.
Ia bahkan menyarankan agar negara-negara Teluk mengarahkan keluhan kepada pihak yang dianggap memicu perang.
Di Bahrain, suasana dilaporkan dipenuhi ketakutan.
Puluhan orang terluka, lima dilaporkan tewas, sekolah-sekolah beralih ke pembelajaran daring, dan jutaan warga diminta berlindung.
Mayoritas warga disebut memilih bertahan di rumah, mendengarkan sirene peringatan sambil menunggu situasi mereda.
Kekhawatiran juga muncul terkait ketahanan pangan, karena Bahrain sangat bergantung pada jalur darat menuju Arab Saudi melalui King Fahd Causeway.
Meski kini menyatakan sikap bersama, hubungan antarnegara Teluk tidak selalu harmonis.
Antara 2017 hingga 2021, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab pernah memblokade Qatar.
Sementara hubungan dengan Iran juga mengalami pasang surut, termasuk sengketa tiga pulau antara UEA dan Iran: Greater Tunb, Lesser Tunb, dan Abu Musa.
Namun di tengah sanksi global terhadap Iran, UEA tetap menjadi salah satu mitra dagang utamanya.
Kini, UEA kembali menutup kedutaannya di Teheran dan menegaskan bahwa diplomasi tetap prioritas — tetapi agresi akan dibalas tegas.
Dengan serangan yang terus berlanjut, peringatan keras dari negara-negara Teluk menjadi sinyal serius.
Jika satu pihak melewati garis merah, konflik ini berpotensi berubah menjadi perang besar di jantung kawasan energi dunia.
Dunia kini menahan napas: apakah Iran akan menahan diri, atau justru memilih eskalasi?
Kami akan terus memperbarui perkembangan terbaru untuk Anda.
#kontantv #kontan #kontannews
________________________________________