Dua kapal tanker milik Pertamina masih tertahan di kawasan Selat Hormuz di tengah memanasnya konflik Timur Tengah. PT Pertamina International Shipping menyebut dua kapal VLCC, Pertamina Pride dan Gamsunoro, masih berada di Teluk Arab dan menunggu situasi keamanan membaik sebelum melintasi jalur pelayaran tersebut. Meski demikian, perusahaan memastikan kondisi kapal dan awak tetap aman serta rantai pasok energi nasional masih berjalan normal. Dari empat kapal yang beroperasi di kawasan itu, dua lainnya—Rinjani dan Paragon—telah berhasil keluar dari zona konflik.
Pemerintah Indonesia juga melakukan langkah diplomatik untuk memastikan keamanan pelayaran kapal nasional. Kementerian Luar Negeri melalui Kedutaan Besar RI di Teheran disebut tengah melakukan komunikasi intensif dengan pemerintah Iran. Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla turut menyarankan agar pemerintah lebih aktif melakukan pendekatan diplomatik dan menunjukkan kepedulian kemanusiaan agar kapal Indonesia dapat melintas dengan aman. Mengingat Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi hampir 20 persen perdagangan minyak dunia, ketegangan di kawasan ini tidak hanya berdampak pada logistik energi, tetapi juga berpotensi memengaruhi harga BBM, nilai tukar rupiah, dan stabilitas ekonomi Indonesia.
#Pertamina #SelatHormuz #EnergiIndonesia #JusufKalla #HargaMinyak #Geopolitik #KontanNews