Perusahaan tambang **EMAS** mencatat langkah penting dalam memperkuat rantai pasok emas domestik setelah menjual sekitar **16,0597 kilogram emas** atau **516,287 ons** kepada PT Aneka Tambang pada 16 Maret 2026 melalui anak usaha PT Puncak Emas Tani Sejahtera. Transaksi ini merupakan bagian dari **Gold Sales and Purchase Agreement (GSPA)** yang bertujuan memperkuat integrasi pasokan emas nasional. Di sisi lain, laporan per 31 Desember 2025 menunjukkan cadangan bijih (ore reserves) EMAS meningkat menjadi **203,1 juta ton** dengan kadar rata-rata **0,79 gram per ton**, setara sekitar **5,2 juta ons emas**, naik dari 4,8 juta ons pada Oktober 2025 dan 1,9 juta ons pada akhir 2024.
Peningkatan cadangan ini didorong oleh program eksplorasi intensif sepanjang 2025, termasuk operasi empat unit diamond drill rigs dan tambahan tiga rig baru untuk pengeboran lebih dari 32.000 meter. EMAS menargetkan produksi **100.000–115.000 ons emas pada 2026**, didukung fasilitas pengolahan yang semakin matang. Secara keseluruhan, total sumber daya mineral perusahaan mencapai sekitar **7 juta ons emas** dan **6,6 juta ons perak**, sementara perusahaan juga menegaskan komitmennya pada prinsip **Environmental, Social, and Governance (ESG)**. Penjualan emas perdana dan peningkatan cadangan ini memperkuat posisi EMAS di Bursa Efek Indonesia serta berpotensi menambah pasokan emas domestik melalui kolaborasi dengan Antam.
#EMAS #Antam #TambangEmas #IndustriEmas #InvestasiEmas #ESG #KontanNews