Lebaran 2026 diperkirakan menjadi salah satu momen mudik terbesar dalam satu dekade. Kementerian Perhubungan mencatat sekitar 143,9 juta orang akan melakukan perjalanan mudik, dan momentum ini diproyeksikan mendorong perputaran uang hingga sekitar Rp148 triliun. Perhitungan tersebut didasarkan pada sekitar 35,975 juta kepala keluarga yang diperkirakan membawa rata-rata Rp4,125 juta selama perjalanan mudik.
Jika rata-rata pengeluaran keluarga meningkat menjadi Rp4,5 juta, nilai perputaran uang bahkan bisa mencapai sekitar Rp161,8 triliun. Dana ini akan tersebar ke berbagai daerah, terutama di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat, serta digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti transportasi, BBM, tol, servis kendaraan, oleh-oleh, pakaian baru, hingga pemberian THR. Besarnya arus konsumsi ini membuat mudik tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga motor penggerak ekonomi musiman yang dapat meningkatkan konsumsi rumah tangga dan membantu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
#MudikLebaran #EkonomiIndonesia #PerputaranUang #Lebaran2026 #KadinIndonesia #KontanNews