MUI Desak RI Keluar dari Board of Peace! Trump Dinilai Tak Berpihak pada Perdamaian


Jumat, 06 Maret 2026 | 12:12 WIB | dilihat

KONTAN - https://www.kontan.co.id/

Di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah, muncul seruan agar Indonesia mengambil sikap tegas di panggung diplomasi internasional.

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia atau MUI, Cholil Nafis, secara terbuka meminta pemerintah Indonesia keluar dari Board of Peace.

Lembaga ini diketahui digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Menurut MUI, forum tersebut dinilai tidak lagi efektif menciptakan perdamaian.

Pernyataan itu disampaikan Cholil Nafis saat menghadiri acara buka puasa bersama Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan sejumlah tokoh organisasi masyarakat Islam di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Menurutnya, jika sebuah forum internasional tidak efektif menjalankan misinya, maka Indonesia tidak perlu terus bertahan di dalamnya.

Ia bahkan menyarankan agar pemerintah mempertimbangkan keluar dari Board of Peace.

Menurut Cholil, lembaga tersebut gagal meredakan konflik yang kini terjadi antara Iran dengan koalisi Amerika Serikat dan Israel.

MUI juga menyoroti sosok penggagas Board of Peace, yaitu Presiden AS Donald Trump.

Cholil menilai langkah-langkah Washington dalam konflik Timur Tengah justru tidak menunjukkan komitmen terhadap perdamaian.

Karena itu, ia mempertanyakan efektivitas forum yang dipimpin oleh negara yang justru terlibat langsung dalam perang.

Menurutnya, penggagas forum perdamaian seharusnya memberi contoh nyata dalam menciptakan stabilitas global.

Meski demikian, Cholil menegaskan Indonesia tetap harus berperan dalam menciptakan perdamaian dunia.

Peran tersebut bisa dijalankan sesuai prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif.

Ia berharap konflik yang sedang berlangsung tidak semakin meluas dan tidak menimbulkan korban sipil.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya memaksimalkan peran lembaga internasional seperti: Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Organisasi Kerja Sama Islam untuk mendorong terciptanya perdamaian di kawasan Timur Tengah.

Seperti diketahui, ketegangan di Timur Tengah memanas setelah Iran menjadi sasaran serangan militer oleh Israel dan Amerika Serikat pada 28 Februari 2026.

Tak lama setelah serangan tersebut, Presiden Donald Trump mengonfirmasi bahwa Amerika Serikat ikut terlibat dalam operasi militer bersama Israel.

Dalam serangan itu, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dilaporkan tewas.

Iran kemudian membalas dengan meluncurkan rudal ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Beberapa pangkalan yang menjadi target serangan antara lain: Pangkalan udara Al Udeid di Qatar, Pangkalan Al-Salem di Kuwait, Pangkalan Al-Dhafra di Uni Emirat Arab serta markas Armada Kelima AS di Bahrain.

Hingga kini, situasi keamanan di kawasan Timur Tengah masih sangat tegang dan belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Seruan MUI agar Indonesia keluar dari Board of Peace membuka perdebatan baru mengenai peran Indonesia dalam diplomasi global.

Di tengah konflik yang terus memanas antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel, pertanyaannya kini adalah:

Apakah Indonesia sebaiknya tetap berada di dalam forum internasional tersebut
tau justru mengambil langkah tegas dengan keluar demi menjaga prinsip politik luar negeri yang independen?

#kontantv #kontan #kontannews
________________________________________


Video Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved