Perang AS vs Iran Masuk Fase Penentuan! Siapa Kehabisan Senjata Lebih Dulu?


Jumat, 06 Maret 2026 | 13:06 WIB | dilihat

KONTAN - https://www.kontan.co.id/

Perang antara Amerika Serikat dan Iran kini memasuki fase yang sangat menentukan.

Memasuki hari keenam pertempuran, konflik ini bukan lagi hanya soal strategi militer di medan perang.

Kini, stok persenjataan menjadi faktor kunci yang bisa menentukan siapa yang mampu bertahan lebih lama dalam peperangan ini.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim negaranya memiliki persediaan senjata yang hampir tidak terbatas.

Namun, Iran juga menegaskan satu hal: mereka siap bertempur lebih lama dari yang diperkirakan Washington.

Data dari Institute for National Security Studies (INSS) di Tel Aviv menunjukkan intensitas pertempuran yang luar biasa tinggi.

Sejak perang dimulai: Amerika Serikat dan Israel telah meluncurkan lebih dari 2.000 serangan.

Iran membalas dengan 571 rudal serta 1.391 drone tempur

Namun dalam beberapa hari terakhir, analis militer mulai melihat perubahan.

Menurut Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, volume serangan Iran mulai menurun drastis.

Ia menyebut: peluncuran rudal balistik Iran turun hingga 86 persen dibanding hari pertama dan serangan drone turun sekitar 73 persen

Bahkan dalam 24 jam terakhir saja, aktivitas militer Iran dilaporkan turun sekitar 23 persen.

Para ahli menilai penurunan ini bisa disebabkan oleh dua hal: Iran mulai menghemat sisa stok senjata atau kesulitan mempertahankan tempo operasi karena tekanan militer A-S.

Apalagi saat ini, Amerika Serikat dan Israel disebut telah menguasai supremasi udara, setelah sebagian besar sistem pertahanan udara Iran dilumpuhkan.

Sebagai militer terkuat di dunia, Amerika Serikat memiliki cadangan senjata konvensional yang sangat besar.

Namun ada satu tantangan. AS selama ini sangat bergantung pada senjata berpemandu presisi yang mahal dan jumlahnya terbatas.

Untuk mengatasi hal ini, Washington mulai mengubah taktik.

Militer AS kini beralih dari penggunaan rudal mahal seperti Tomahawk, ke senjata yang lebih murah seperti bom JDAM yang bisa dijatuhkan langsung dari pesawat tempur.

Menurut analis pertahanan dari Center for Strategic and International Studies (CSIS), Mark Cancian, strategi ini memungkinkan A-S bertempur dalam waktu sangat lama.

Meski unggul dalam serangan udara, Amerika Serikat menghadapi tantangan lain.

Sistem pertahanan udara Patriot kini menjadi komoditas yang sangat langka.

Rudal pencegat Patriot memiliki harga lebih dari: 4 juta dolar A-S per unit.

Produksi globalnya pun hanya sekitar: 700 unit per tahun.

Cancian memperkirakan Amerika Serikat memiliki sekitar: 1.600 rudal Patriot

Namun stok ini terus berkurang karena digunakan untuk mempertahankan pangkalan dan sekutu.

Jika stok Patriot semakin menipis, Washington bisa menghadapi dilema besar.

Menggunakan semuanya untuk perang melawan Iran atau menyisakan sebagian untuk kemungkinan konflik lain di Pasifik.

Di sisi lain, menghancurkan seluruh persenjataan Iran bukanlah tugas mudah.

Negara tersebut memiliki wilayah yang sangat luas, sekitar tiga kali lebih besar dari Perancis.

Wilayah ini memungkinkan banyak senjata disembunyikan di bunker atau fasilitas bawah tanah.

Sejarah juga menunjukkan bahwa serangan udara saja jarang cukup untuk menghancurkan sebuah kekuatan militer sepenuhnya.

Contohnya: Israel belum berhasil mengalahkan Hamas sepenuhnya di Gaza

Amerika Serikat juga belum mampu menumpas Houthi di Yaman meski telah melakukan serangan selama berbulan-bulan.

Meski demikian, pemerintah Amerika Serikat tetap optimistis.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan Iran tidak akan mampu bertahan lebih lama dari Washington.

Bahkan, Presiden Donald Trump dijadwalkan bertemu dengan kontraktor pertahanan untuk mempercepat produksi senjata.

Ini menandakan satu hal: Amerika Serikat sedang bersiap menghadapi perang jangka panjang.

Pertanyaannya sekarang: Jika konflik ini terus berlanjut, siapa yang akan kehabisan senjata lebih dulu —Amerika Serikat atau Iran?

#kontantv #kontan #kontannews
________________________________________


Video Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved