Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11%! Tertinggi di ASEAN, Tapi Masih Kalah dari Vietnam


Kamis, 05 Februari 2026 | 16:32 WIB | dilihat

Ekonomi Indonesia mencatat kabar positif di tengah tantangan global. Sepanjang tahun 2025, pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,11%. Angka ini bukan cuma lebih tinggi dari tahun sebelumnya, tapi juga mengungguli sebagian besar negara mitra dagang utama Indonesia. Tapi ada satu negara ASEAN yang justru melesat jauh. Siapa dia, dan apa artinya bagi Indonesia?

Badan Pusat Statistik atau BPS mencatat, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 berada di level 5,11%, lebih baik dibandingkan 2024 yang sebesar 5,03%.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan, capaian ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di antara mitra dagang.

Sebagai perbandingan, ekonomi China tumbuh 5%, Singapura 4,8%, Malaysia 4,9%, Filipina 4,4%, dan Korea Selatan hanya sekitar 1% sepanjang 2025.

Namun, Indonesia masih berada di bawah Vietnam, yang mencatat pertumbuhan ekonomi sangat kuat, mencapai 8% pada 2025, naik dari 7% pada tahun sebelumnya.

Meski begitu, Amalia menegaskan bahwa secara umum perekonomian mitra dagang Indonesia tetap mampu tumbuh positif, meskipun ekonomi global sepanjang 2025 menghadapi tekanan dan ketidakpastian.

Jika dilihat dari lapangan usaha, hampir seluruh sektor ekonomi Indonesia tumbuh positif pada 2025. Satu-satunya sektor yang mengalami kontraksi adalah pertambangan, yang turun 0,66%.

Kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Bruto masih berasal dari industri pengolahan, yang tumbuh 5,30% dengan kontribusi 19,07% terhadap PDB.

Diikuti sektor perdagangan yang tumbuh 5,49% dengan kontribusi 13,17%, lalu pertanian yang tumbuh 5,33% dengan kontribusi 13,10%.

Sektor konstruksi tumbuh 3,81% dengan kontribusi 9,35%. Lima sektor utama ini menyumbang hampir 64% atau tepatnya 63,92% terhadap PDB nasional sepanjang 2025.

Untuk pertumbuhan tercepat, sektor jasa lainnya mencatat lonjakan paling tinggi, mencapai 9,93%. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya aktivitas rekreasi, seiring bertambahnya wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara.

Kemudian jasa perusahaan tumbuh 9,10%, didorong oleh aktivitas agen perjalanan dan maraknya event nasional maupun internasional.

Sementara itu, sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 8,78%, sejalan dengan peningkatan jumlah penumpang dan aktivitas pengiriman barang, baik domestik maupun ekspor-impor.

Capaian pertumbuhan ekonomi ini menunjukkan bahwa konsumsi, mobilitas masyarakat, dan aktivitas usaha masih menjadi penopang utama ekonomi Indonesia. Namun, perlambatan di sektor pertambangan dan ketertinggalan dari Vietnam menjadi sinyal bahwa daya saing dan transformasi ekonomi perlu terus diperkuat.

Bagi masyarakat dan pelaku usaha, momentum pertumbuhan ini bisa dimanfaatkan dengan fokus pada sektor-sektor yang sedang ekspansif, seperti pariwisata, jasa, perdagangan, dan industri pengolahan.

Pemerintah juga terus mengimbau agar dunia usaha meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kualitas tenaga kerja, sekaligus memperkuat sektor bernilai tambah agar ekonomi Indonesia tidak hanya tumbuh stabil, tetapi juga lebih berdaya saing di kawasan.

#EkonomiIndonesia #PertumbuhanEkonomi #BPS #Ekonomi2025 #PDBIndonesi
IndustriPengolahan #Perdagangan #Pertanian #Transportas
PariwisataIndonesia #ASEAN #EkonomiGlobal #Vietnam #Chin
BeritaEkonomi #DataBPS #EkonomiNasional


Video Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved