AS Akui Kesalahan Besar Sebelum Perang Iran! Tawaran Teknologi Ukraina Diabaikan


Kamis, 12 Maret 2026 | 14:30 WIB | dilihat

KONTAN - https://www.kontan.co.id/

Perang antara Amerika Serikat dan Iran ternyata menyimpan sebuah kesalahan besar di balik layar.

Pemerintah United States kini mengakui bahwa mereka pernah mengabaikan tawaran teknologi penting dari Ukraine yang sebenarnya bisa membantu menghadapi ancaman drone Iran.

Keputusan itu kini disebut sebagai kesalahan taktis yang mahal.

Menurut laporan media Amerika, Axios, pejabat Ukraina sebenarnya sudah memperingatkan Washington sejak tahun lalu.

Dalam pertemuan tertutup di Gedung Putih pada 18 Agustus, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mempresentasikan teknologi drone pencegat kepada Presiden A-S Donald Trump.

Presentasi itu bahkan disertai slide PowerPoint yang menjelaskan bagaimana drone Iran bisa menjadi ancaman besar di Timur Tengah jika terjadi perang.

Teknologi tersebut dirancang khusus untuk menjatuhkan drone Shahed milik Iran, yang dikenal murah namun sangat efektif di medan perang.

Saat itu, Trump disebut meminta timnya mempelajari proposal tersebut.

Namun dalam beberapa bulan berikutnya, tawaran tersebut tidak pernah ditindaklanjuti.

Sebagian pejabat dalam pemerintahan saat itu bahkan menilai bahwa Zelensky hanya sedang mencari perhatian.

Kini, seorang pejabat Amerika mengakui keputusan tersebut adalah kesalahan.

Ia mengatakan: Jika ada kesalahan taktis menjelang perang dengan Iran, itulah kesalahan terbesar kami.

Dalam konflik yang kini berlangsung, drone Iran terbukti menjadi ancaman serius bagi militer Amerika.

Beberapa serangan drone Shahed bahkan dilaporkan telah menewaskan tentara Amerika di Timur Tengah.

Para pemimpin militer A-S juga telah memberi pengarahan kepada anggota parlemen bahwa drone Iran menjadi tantangan yang jauh lebih besar dari perkiraan awal.

Sistem pertahanan udara mahal milik Amerika ternyata tidak selalu mampu mencegat seluruh drone yang masuk.

Situasi ini membuat Washington akhirnya berbalik arah.

Menurut Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, negaranya kini telah mengirim drone dan para ahli militer untuk membantu melindungi pangkalan Amerika di Yordania.

Di saat yang sama, Ukraina juga meminta sekutunya untuk meningkatkan pasokan sistem pertahanan udara Patriot buatan Amerika.

Namun Gedung Putih membantah anggapan bahwa pemerintah melakukan kesalahan besar.

Juru bicara Gedung Putih, Anna Kelly, mengatakan serangan balasan Iran justru telah menurun drastis.

Menurutnya, kemampuan militer Iran kini sedang dilemahkan secara signifikan.

Ia juga menegaskan keberhasilan operasi militer Amerika yang dikenal sebagai Operasi Epic Fury.

Di tengah ancaman drone Iran, militer Amerika kini mulai mengembangkan drone murah tandingan.

Salah satunya adalah drone bernama Lucas, yang dirancang meniru konsep drone Shahed milik Iran yang berbiaya rendah.

Menariknya, laporan media juga menyebut bahwa putra-putra Trump, Eric Trump dan Donald Trump Jr., mendukung perusahaan drone di Florida yang berpotensi memasok teknologi tersebut kepada militer.

Meski menghadapi tantangan besar dari drone Iran, pemerintah Amerika tetap menegaskan bahwa kekuatan militer Iran telah berhasil dilemahkan.

Pemerintahan Donald Trump bahkan menyatakan perang ini kemungkinan akan segera berakhir.

Namun pengakuan tentang kesalahan taktis sebelum perang menunjukkan satu hal penting:

Dalam konflik modern, teknologi drone murah bisa menjadi penentu kemenangan di medan perang.

#kontantv #kontan #kontannews
________________________________________


Video Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved