KONTAN - https://www.kontan.co.id/
Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak. Iran meluncurkan gelombang serangan rudal paling intens ke wilayah Israel dan sejumlah target milik Amerika Serikat pada Selasa malam, 10 Maret 2026.
Menurut laporan kantor berita Tasnim, serangan ini dilakukan oleh Islamic Revolutionary Guard Corps atau IRGC dalam operasi militer bersandi Ya Ali ibn Abi Talib.
Dalam operasi tersebut, Iran menembakkan rudal secara terus-menerus selama lebih dari tiga jam tanpa henti.
Serangan ini disebut sebagai salah satu operasi militer terbesar yang pernah dilakukan Iran, karena melibatkan penggunaan rudal balistik jarak jauh Khorramshahr missile dalam jumlah terbesar sepanjang sejarahnya.
Dalam pernyataan resminya, IRGC menegaskan bahwa serangan tidak akan berhenti sampai musuh benar-benar menyerah.
Kami melanjutkan serangan yang terarah dan kuat. Selama perang berlanjut, kami hanya memikirkan penyerahan diri musuh sepenuhnya, demikian pernyataan IRGC.
Sejumlah lokasi strategis di Israel dilaporkan menjadi sasaran. Di antaranya pusat komunikasi satelit Ha'ela di selatan Tel Aviv yang kembali terkena serangan untuk kedua kalinya.
Selain itu, instalasi militer di Be'er Ya'akov, wilayah Yerusalem Barat, serta kota pelabuhan Haifa juga dilaporkan menjadi target serangan rudal.
Tak hanya Israel, Iran juga mempePotongrluas serangan ke target milik Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Salah satunya pangkalan militer AS di Erbil, Irak. Rudal Iran juga disebut menyasar fasilitas militer yang berkaitan dengan armada Angkatan Laut Amerika di kawasan Teluk.
Di tengah eskalasi konflik, IRGC bahkan merilis daftar target baru yang mengejutkan.
Dalam daftar tersebut terdapat sejumlah perusahaan teknologi raksasa Amerika seperti Google, Microsoft, IBM, Nvidia, Oracle hingga Palantir Technologies.
Iran menuding teknologi perusahaan-perusahaan tersebut digunakan dalam sistem militer Israel.
IRGC juga memperingatkan bahwa cakupan perang kini tidak hanya militer, tetapi juga dapat meluas ke perang infrastruktur dan ekonomi.
Militer Iran bahkan mengancam akan menyerang pusat ekonomi, termasuk bank-bank milik Amerika Serikat dan Israel di kawasan tersebut.
Ancaman ini muncul setelah sebuah bank Iran diserang sebelumnya dan menyebabkan korban jiwa.
Otoritas militer Iran memperingatkan warga sipil untuk menjauh dari fasilitas bank karena berpotensi menjadi target serangan berikutnya.
Situasi ini membuat ketegangan di Timur Tengah semakin memanas dan meningkatkan kekhawatiran dunia terhadap kemungkinan konflik yang lebih luas.
#kontan #kontannews #kontantv