Lonjakan tajam harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah mendorong pemerintah Amerika Serikat mempertimbangkan langkah yang cukup mengejutkan, yakni melonggarkan sebagian sanksi terhadap minyak Rusia. Pemerintahan Presiden Donald Trump menilai langkah ini dapat membantu menambah pasokan energi global yang terganggu setelah aktivitas pelayaran di Selat Hormuz—jalur yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia—hampir terhenti akibat eskalasi konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
Harga minyak mentah melonjak tajam dalam beberapa hari terakhir, bahkan sempat menyentuh sekitar 119 dolar AS per barel, level tertinggi sejak pertengahan 2022. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan pemerintah sedang menimbang kemungkinan mencabut sanksi untuk kargo minyak Rusia yang sudah berada di laut agar pasokan global bisa segera bertambah. Namun Washington menegaskan langkah ini tidak berarti mengendurkan tekanan terhadap Rusia terkait perang di Ukraina. Di tengah kekhawatiran lonjakan harga energi terhadap ekonomi domestik dan menjelang pemilu paruh waktu, pemerintah AS juga mempertimbangkan opsi lain seperti melepas cadangan minyak strategis bersama negara-negara G7 untuk menstabilkan pasar energi global.
#HargaMinyak #EnergiGlobal #SelatHormuz #Rusia #AmerikaSerikat #Geopolitik #KrisisEnergi #KontanNews