Defisit APBN langsung muncul di awal tahun. Pada Januari 2026, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara mencatat defisit Rp 54,6 triliun atau 0,21% PDB, karena belanja negara Rp 227,3 triliun melaju lebih kencang dibanding pendapatan Rp 172,7 triliun. Di sisi penerimaan, pajak, bea cukai, dan PNBP masih tumbuh positif, sementara pemerintah menggeber belanja untuk program prioritas, menjaga daya beli, dan mengungkit pertumbuhan ekonomi kuartal pertama.
Pertanyaannya, defisit awal tahun ini harus dibaca sebagai lampu kuning bagi fiskal Indonesia, atau justru sebagai strategi terukur pemerintah untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi sejak awal 2026?
#APBN2026 #DefisitAPBN #EkonomiIndonesia #Pajak #BelanjaNegara #PurbayaYudhiSadewa #Fiskal #KontanNews