KONTAN - https://www.kontan.co.id/
Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang mengkritik paham neoliberal dan menyebut teori trickle-down effect tidak lagi relevan memunculkan pertanyaan besar mengenai arah kebijakan ekonomi Indonesia.
Apakah pertumbuhan ekonomi yang selama ini diharapkan mengalir dari kelompok atas ke masyarakat luas masih mampu menjawab tantangan saat ini?
Di tengah perdebatan tersebut, kelas menengah Indonesia justru menghadapi tekanan yang semakin besar. Jumlah kelas menengah terus menyusut, pertumbuhan konsumsinya menjadi yang paling rendah dibanding kelompok ekonomi lainnya, sementara biaya hidup, cicilan, dan kebutuhan transportasi terus meningkat.
Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kemampuan belanja rumah tangga. Melemahnya kelas menengah juga dapat memengaruhi konsumsi nasional, investasi, penciptaan lapangan kerja, hingga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi.
Lalu, apakah sistem perlindungan sosial Indonesia yang selama ini lebih berfokus pada kelompok miskin masih cukup? Ataukah negara perlu merancang kebijakan baru yang juga mampu melindungi kelas menengah tanpa mengabaikan keadilan dan keberlanjutan fiskal?
Dalam episode Kontan Insight kali ini, Ekonom Infast Bestari, Gede Sandra, membahas arah kebijakan ekonomi Indonesia, masa depan perlindungan sosial, serta pentingnya memperkuat kelas menengah sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Saksikan pembahasan lengkapnya hanya di Kontan Insight.
#KontanInsight #KelasMenengah #EkonomiIndonesia #PerlindunganSosial #TrickleDownEffect #PrabowoSubianto #KebijakanEkonomi #Bansos #PertumbuhanEkonomi #KonsumsiRumahTangga #EkonomiInklusif #GedeSandra #KontanTV