Harga BBM non-subsidi kembali menjadi perhatian di tengah pergerakan harga minyak dunia. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan, harga BBM non-subsidi akan mengikuti perkembangan harga pasar global dan indikator Indonesia Crude Price (ICP).
Jika harga minyak dunia atau ICP naik, harga BBM non-subsidi berpotensi ikut terkerek. Sebaliknya, jika ICP turun, harga juga akan dikoreksi mengikuti kondisi pasar.
Pernyataan ini disampaikan Bahlil saat menanggapi isu kenaikan harga BBM non-subsidi yang sebelumnya beredar di media sosial. Pertamina sebelumnya telah membantah kabar kenaikan tersebut.
Di tengah isu tersebut, pemerintah memastikan harga BBM subsidi tidak akan naik hingga akhir tahun, sesuai arahan Presiden Prabowo.
Bahlil juga kembali mengimbau masyarakat yang mampu secara ekonomi agar tidak menggunakan BBM subsidi. Ia menyinggung temuan di Makassar terkait kendaraan yang disebut menampung BBM hingga sekitar 700 liter.
Di sisi lain, sektor energi menghadapi tantangan berbeda. Dampak El Nino membuat debit air sejumlah wilayah menurun sehingga produksi listrik dari PLTA ikut tertekan. Di Sulawesi Selatan, kapasitas PLTA disebut berkurang sekitar 690 MW.
Pemerintah dan PLN menyiapkan sejumlah langkah, termasuk pemanfaatan PLTS yang dilengkapi battery energy storage system (BESS) untuk membantu menjaga pasokan listrik saat produksi PLTA menurun.
Dua isu energi kini berjalan bersamaan: harga BBM non-subsidi mengikuti dinamika pasar global, sementara pasokan listrik menghadapi tekanan akibat kondisi cuaca.