Timur Tengah Bergejolak, Ini Kata DEN


Selasa, 03 Maret 2026 | 20:17 WIB | dilihat

Serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran memicu lonjakan harga minyak global dan memperbesar ketidakpastian ekonomi Indonesia. Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menilai, jika konflik berlarut, volatilitas harga energi akan makin tinggi, sementara jika situasi cepat mereda, kenaikan harga minyak dapat tertahan. Pada pembukaan perdagangan Asia Senin (2/3/2026), harga minyak mentah Brent kontrak Mei melonjak 13% menjadi US$82 per barel, setelah sebelumnya bergerak naik dari kisaran US$60 ke US$78 per barel.

Dampaknya ke APBN 2026 berpotensi signifikan karena Indonesia masih mengimpor sebagian besar BBM. Data sensitivitas APBN menunjukkan setiap kenaikan US$1 per barel dapat menambah belanja negara sekitar Rp10,3 triliun, terutama melalui subsidi BBM, kompensasi Pertamina, dan subsidi listrik. Direktur Eksekutif CELIOS Bhima Yudhistira memperkirakan jika harga minyak mencapai US$100–120 per barel, beban belanja negara bisa melonjak hingga Rp515 triliun pada 2026, ditambah risiko pelemahan rupiah akibat flight to quality yang mendorong inflasi impor dan menekan daya beli, sehingga ruang fiskal untuk program sosial dan infrastruktur makin sempit.

#HargaMinyak #Brent #Iran #TimurTengah #APBN2026 #SubsidiEnergi #Rupiah #Inflasi #DEN #Pertamina #KontanNews


Video Terkait

Berita Terkait

01 Januari 1970
Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved