Sumber LNG Tidak Cukup, Ini AlasanPLN Kejar Target Pembangkit Nuklir 7 Gigawatt


Selasa, 03 Maret 2026 | 20:40 WIB | dilihat

PLN mulai memasukkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) sebagai opsi serius dalam rencana penambahan kapasitas listrik hingga 2040, di tengah kebutuhan tambahan 96,5 gigawatt dalam 10 tahun ke depan. Dari total tambahan itu, PLN menargetkan 76% bersumber dari energi baru terbarukan (EBT), namun kesenjangan pasokan dan tantangan infrastruktur membuat nuklir dinilai semakin relevan. Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mencontohkan, 1 gigawatt PLTG berbahan LNG butuh 22 kargo LNG; jika menambah 20 gigawatt PLTG, artinya perlu 400 kargo LNG yang seluruhnya berpotensi impor, sehingga menambah ketergantungan dan beban ekonomi.

Dalam revisi RUPTL yang ingin diperpanjang hingga 2040, target PLTN dinaikkan dari 500 megawatt menjadi 7 gigawatt, sejalan dengan rujukan pemodelan IEA dan perencanaan Kementerian Energi. Namun pembangunan PLTN diperkirakan memakan waktu 10–13 tahun, dengan tantangan utama pada dukungan politik serta penerimaan sosial. Di saat yang sama, PLN juga harus mengejar pembangunan 48.000 km jaringan transmisi EBT dengan kebutuhan investasi sekitar Rp434 triliun—skala yang menggambarkan besarnya pekerjaan rumah konektivitas energi bersih di Indonesia.

#PLN #PLTN #EnergiNuklir #RUPTL #EBT #TransisiEnergi #ListrikIndonesia #LNG #TransmisiListrik #Dekarbonisasi #KontanNews


Video Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved