RKAB Nikel Dipangkas, 3 Pabrik Pemurnian Ini Kolaps


Selasa, 03 Maret 2026 | 19:41 WIB | dilihat

KONTAN - https://www.kontan.co.id/

Pemerintah Indonesia baru saja memotong target produksi nikel menjadi 260?270 juta ton tahun ini. Akibatnya, tiga smelter besar di Tanah Air terpaksa mengurangi atau bahkan menutup lini produksi. Bagaimana ini memengaruhi pasokan nikel, impor, dan industri hilirisasi? Simak selengkapnya!

Keputusan pemangkasan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) nikel menjadi 260?270 juta ton menurunkan kapasitas produksi nasional secara signifikan. Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) melaporkan tiga smelter yang terdampak: PT Huadi Nickel Alloy Indonesia (HNAI) di Bantaeng, Sulawesi Selatan; PT Wanxiang Nickel Indonesia di Morowali, Sulawesi Tengah; serta PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) di Morowali. Sekretaris Umum APNI, Meidy Katrin Lengkey, menyebut ketiga smelter ini sudah “kolaps” – Huadi tutup total, Wanxiang hanya beroperasi 2 line, dan GNI menutup 5 dari 20 line.

Sementara produksi dalam negeri menurun, pasokan nikel dari luar negeri juga tidak mudah. Filipina, salah satu eksportir utama, sudah terikat kontrak jangka panjang dengan China dan berencana mengembangkan ekosistem hilirisasi nikel sendiri. Meidy menjelaskan Filipina hanya mampu memproduksi 50 juta ton ore nikel tahun ini, dengan 28?30 juta ton sudah dikunci untuk China. Jadi, maksimal yang bisa diekspor ke Indonesia hanya sekitar 22?23 juta ton.

Kebutuhan ore nikel untuk smelter Indonesia diperkirakan 380?400 juta ton tahun ini. Dengan produksi domestik 270 juta ton dan impor Filipina 23 juta ton, masih terdapat defisit sekitar 90 juta ton. Negara lain seperti Papua Nugini dan Kaledonia Baru tidak dapat diandalkan sebagai sumber impor karena produksi mereka sudah terpenuhi untuk kebutuhan dalam negeri.

Defisit pasokan ini berpotensi menghambat operasi smelter, menurunkan output logam nikel yang dibutuhkan untuk baterai kendaraan listrik, serta mengancam target hilirisasi yang telah dijanjikan pemerintah. Penutupan lini produksi di tiga smelter berarti berkurangnya lapangan kerja, penurunan pendapatan daerah, dan potensi penurunan ekspor nikel olahan.

Nikel kini menjadi komoditas strategis dalam transisi energi bersih. Kekurangan pasokan tidak hanya memengaruhi industri dalam negeri, tetapi juga posisi Indonesia di pasar global baterai listrik. Jika tidak ditangani, Indonesia berisiko kehilangan pangsa pasar dan investasi asing di sektor hilirisasi.

#kontantv #kontan #kontannews
________________________________________


Video Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved