Petani Sawit Khawatir Harga Pupuk Naik Imbas Konflik Timur Tengah


Selasa, 03 Maret 2026 | 20:09 WIB | dilihat

KONTAN - https://www.kontan.co.id/

Konflik antara Israel-Amerika Serikat dan Iran mengguncang pasar energi dunia. Harga minyak mentah naik tajam, mengakibatkan biaya transportasi dan produksi naik secara signifikan. Karena Indonesia masih menjadi importir bersih minyak, gangguan distribusi dari Teluk ke Asia Tenggara memperparah situasi.

Rino Afrino, Sekjen Apkasindo, menegaskan bahwa pupuk sawit di Indonesia full impor. Kenaikan harga minyak berarti premi pada pupuk, yang langsung dirasakan petani.

Harga crude palm oil (CPO) biasanya bergerak seiring harga minyak bumi. Jika minyak naik, biaya produksi CPO naik, dan pembeli internasional dapat menahan pembelian karena harga menjadi terlalu tinggi. Saat itu terjadi, 60% produksi CPO Indonesia yang biasanya diekspor dapat terhenti.

Pabrik kelapa sawit (PKS) yang menumpuk stok CPO akan menurunkan laju pembelian tandan buah segar (TBS) dari petani. Tanpa aliran kas yang stabil, petani terpaksa menunggu lama untuk menjual hasil panen, sementara biaya operasional terus menumpuk.

Eddy Martono, Ketua Umum GAPKI, menambahkan bahwa peningkatan stok CPO dalam negeri mengganggu rantai hulu. Hambatan transportasi yang dipicu konflik membuat pelaku usaha sulit menyiapkan langkah antisipatif.

Jika harga pupuk terus naik dan ekspor CPO terhambat, profitabilitas petani turun drastis, mengancam kesejahteraan jutaan keluarga di daerah produksi. Selain itu, penurunan pasokan CPO dapat memicu kenaikan harga minyak nabati secara global, berdampak pada industri makanan dan biofuel.

#kontantv #kontan #kontannews
________________________________________


Video Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved