PT Freeport Indonesia menurunkan target penjualan emas dan tembaga pada 2026. Tahun ini, Freeport menargetkan penjualan 830.000 ons emas (sekitar 26 ton) dan 1,1 miliar pon tembaga, lebih rendah dibanding 2025 yang mencapai 1,1 juta ons emas dan 1,2 miliar pon tembaga. Penurunan ini dipicu insiden longsor di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) pada September 2025 yang sempat memangkas operasi hingga tersisa sekitar 30% kapasitas melalui tambang DMLZ dan Big Gossan.
Operasi parsial GBC diperkirakan mulai pulih bertahap akhir kuartal I 2026, dengan pasokan konsentrat ke smelter Gresik diharap kembali normal pada pertengahan kuartal II. Freeport-McMoRan menargetkan level produksi PTFI bisa kembali ke sekitar 85% kapasitas normal pada semester II 2026 seiring pengoperasian Blok Produksi 2 dan 3 di GBC, sementara Blok Produksi 1 baru ditargetkan menyusul pada 2027.
#FreeportIndonesia #Grasberg #Emas #Tembaga #Tambang #SmelterGresik #FreeportMcMoRan #Komoditas #MiningIndustry #KontanNews