KONTAN - https://www.kontan.co.id/
Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat tajam.
Pasukan elit Iran, Islamic Revolutionary Guard Corps atau IRGC, mengklaim telah meluncurkan rudal balistik berat Khorramshahr-4 ke arah Tel Aviv pada Kamis dini hari.
Rudal yang membawa hulu ledak seberat hampir satu ton itu disebut menargetkan sejumlah lokasi strategis di Israel.
Serangan ini menjadi bagian dari gelombang ke-19 dalam operasi militer Iran yang disebut True Promise 4.
Dalam pernyataan resminya, IRGC menyebut beberapa target utama dari serangan tersebut berada di pusat kota Tel Aviv.
Sasaran lain adalah Bandara Internasional Ben Gurion serta markas Skuadron ke-27 Angkatan Udara Israel yang berada di area bandara.
Menurut klaim Iran, rudal-rudal strategis yang diluncurkan bersama drone serang itu berhasil menembus beberapa lapisan sistem pertahanan udara Israel.
Namun hingga kini belum ada konfirmasi independen mengenai tingkat kerusakan yang ditimbulkan dari serangan tersebut.
Rudal Khorramshahr-4 merupakan salah satu rudal balistik jarak menengah andalan Iran.
Rudal ini memiliki panjang sekitar 13 meter dengan diameter sekitar 1,5 meter dan berat peluncuran mencapai 30 ton.
Senjata ini menggunakan mesin berbahan bakar cair dengan sistem propelan hipergolik.
Jangkauannya diperkirakan mencapai 2.000 kilometer, cukup untuk menjangkau berbagai target strategis di kawasan Timur Tengah.
Khorramshahr-4 mampu membawa hulu ledak hingga 1,5 sampai 1,8 ton, menjadikannya salah satu rudal Iran dengan daya hancur terbesar.
Dalam hal kecepatan, rudal ini bisa melaju hingga Mach 16 di luar atmosfer, dan sekitar Mach 8 saat kembali memasuki atmosfer.
Selain itu, rudal ini menggunakan teknologi Manoeuvrable Re-entry Vehicle yang memungkinkan hulu ledak bermanuver saat kembali ke atmosfer untuk menghindari sistem pertahanan udara.
Tingkat akurasinya diperkirakan memiliki Circular Error Probable antara 10 hingga 30 meter, yang berarti rudal ini dirancang untuk menyerang target secara presisi tinggi.
Program rudal Khorramshahr memiliki akar sejarah dari pengalaman Iran dalam Iran–Iraq War.
Kota Khorramshahr sendiri menjadi simbol ketahanan nasional Iran selama perang tersebut.
Pengalaman itu mendorong Teheran untuk mengembangkan sistem senjata strategis buatan dalam negeri.
Rudal Khorramshahr pertama kali diuji pada tahun 2017.
Platform awalnya disebut terinspirasi dari sistem Musudan milik Korea Utara, tetapi kemudian dimodifikasi dan diproduksi secara lokal di Iran.
Varian terbaru, Khorramshahr-4, juga dikenal sebagai rudal Kheibar.
Rudal ini diperkenalkan pada Mei 2023 bertepatan dengan peringatan pembebasan kota Khorramshahr.
Pengembangannya semakin dipercepat setelah pengalaman tempur Iran dalam konflik dengan Israel pada tahun 2025.
Data dari konflik tersebut digunakan untuk meningkatkan kecepatan, kemampuan manuver, serta daya hancur rudal.
Dengan kombinasi kecepatan tinggi, hulu ledak besar, dan kemampuan manuver, Khorramshahr-4 kini dianggap sebagai salah satu senjata strategis penting dalam arsenal militer Iran.
Serangan terbaru ini kembali meningkatkan ketegangan di Timur Tengah.
Dengan kemampuan rudal balistik yang semakin canggih, banyak pihak khawatir konflik antara Iran dan Israel dapat memicu eskalasi yang lebih luas di kawasan.
Dunia kini menunggu bagaimana respons Israel dan sekutunya terhadap serangan rudal terbaru dari Iran ini.
#kontantv #kontan #kontannews
________________________________________