Indonesia Ekspansi ke Gabon Demi Kuasai Mineral Kritis Dunia


Kamis, 19 Februari 2026 | 11:19 WIB | dilihat

KONTAN - https://www.kontan.co.id/

Indonesia tengah menyiapkan langkah strategis besar di sektor mineral kritis. Pemerintah mengincar pengelolaan niobium dan logam tanah jarang atau rare earth di Republik Gabon, Afrika Tengah.

Langkah ini menjadi bagian penting dari agenda hilirisasi nasional untuk mengamankan pasokan bahan baku kendaraan listrik dan energi terbarukan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global mineral bernilai tinggi.

Kerja sama ini melibatkan PT Perusahaan Mineral Nasional (Persero) atau Perminas, BUMN yang fokus pada hilirisasi mineral, dengan perusahaan asal Kanada, New Energy Metals Holdings Ltd atau NEM.

Penandatanganan nota kesepahaman atau MoU difasilitasi oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, Danantara Indonesia.

Chief Executive Officer Danantara, Rosan Roeslani, menyebut inisiatif ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat rantai pasok mineral kritis dan mengembangkan kapabilitas manufaktur lanjutan melalui potensi pembiayaan serta investasi strategis.

Melalui MoU tersebut, kedua pihak akan mengevaluasi integrasi hulu hingga hilir. Indonesia berpeluang menjadi platform pemrosesan, manufaktur, dan integrasi industri berbasis rare earth.

Kerja sama ini diproyeksikan memperkuat ketahanan pasokan mineral kritis seperti niobium, neodymium, dan praseodymium.

Mineral-mineral tersebut menjadi bahan utama dalam produksi magnet permanen berkinerja tinggi. Termasuk unsur tanah jarang berat seperti dysprosium dan terbium yang berfungsi meningkatkan performa magnet pada suhu tinggi.

Material ini sangat vital dalam industri kendaraan listrik, turbin angin, infrastruktur jaringan listrik, hingga aplikasi kedirgantaraan dan pertahanan tingkat lanjut.

Presiden Direktur Perminas, Gilarsi Wahju Setijono, mengatakan kolaborasi ini membuka jalur terstruktur untuk menghubungkan potensi sumber daya hulu dengan penciptaan nilai tambah di sektor hilir.

Sebagai tindak lanjut, kedua pihak akan membentuk Joint Working Group. Tim ini akan menjalankan program kerja sama, mulai dari pertukaran informasi, lokakarya teknis, hingga asesmen komersial terkoordinasi.

Pengembangan jalur pengolahan rare earth juga akan dilakukan dari tahap pemisahan dan pemurnian, produksi logam dan paduan, hingga manufaktur magnet permanen. Targetnya adalah membangun rantai pasok terintegrasi dari tambang hingga produk akhir.

Selain aspek teknis, negosiasi cepat terkait potensi pembiayaan dan investasi strategis juga akan dilakukan. Termasuk kemungkinan partisipasi ekuitas maupun utang oleh Perminas dan atau Danantara Indonesia di tambang Maboumine serta entitas proyek terkait.

Proses tersebut akan didukung percepatan uji tuntas dan tetap tunduk pada persetujuan internal serta regulasi yang berlaku.

President New Energy Metals Holdings Ltd, Abduljabbar Alsayegh, menyatakan optimisme bahwa kolaborasi ini dapat memperkuat dan mendiversifikasi rantai pasok rare earth global di tengah percepatan transisi energi dunia.

Perminas sendiri merupakan entitas yang berdiri terpisah dari Holding BUMN pertambangan MIND ID.

Jika MIND ID fokus pada komoditas tambang utama seperti nikel dan batu bara, Perminas diarahkan khusus mengelola mineral tanah jarang atau rare earth yang masuk kategori mineral kritis bernilai strategis tinggi.

Nama Perminas sebelumnya juga mencuat setelah disebut akan mengambil alih pengelolaan tambang emas Martabe di Sumatera Utara.

Tambang tersebut dikelola PT Agincourt Resources, anak usaha PT United Tractors Tbk. Rencana pengambilalihan berkaitan dengan pencabutan izin usaha pertambangan perusahaan tersebut.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, sebelumnya menyatakan pembentukan Perminas merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto untuk membentuk entitas khusus pengelola mineral strategis nasional.

Arahan itu kemudian ditindaklanjuti oleh Danantara Indonesia dengan mendirikan Perminas.

Langkah ekspansi ke Gabon ini menunjukkan ambisi Indonesia untuk tidak hanya menjadi pemain utama di sektor nikel, tetapi juga memperluas pengaruh di pasar global mineral kritis.

Dengan strategi hilirisasi yang agresif, Indonesia berupaya mengamankan posisi penting dalam rantai pasok kendaraan listrik dan energi masa depan.

#kontantv #kontan #kontannews
________________________________________


Video Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved