KONTAN - https://www.kontan.co.id/
Bank Negara Indonesia (BNI) menyatakan optimisme bahwa ia dapat mempertahankan Net Interest Margin (NIM) meski menyalurkan kredit jumbo kepada Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
BNI mengalokasikan total Rp 66 triliun untuk KDMP, dan hingga Januari 2024 sudah menyalurkan Rp 55 triliun. Kredit ini diberikan melalui Agrinas untuk pembangunan gedung dan infrastruktur koperasi, dengan tenor enam tahun dan suku bunga 6% per tahun.
Dengan cost of fund sekitar 3,8%, Direktur Risk Management BNI, David Pirzada, menghitung NIM kredit KDMP berada di kisaran 2,2%.
Kata dia, margin memang di bawah rata-rata, tetapi dikompensasi oleh risiko yang rendah, dukungan APBN, dan biaya operasional yang minimal lewat skema business to business (B2B).
Secara keseluruhan, NIM BNI pada tahun 2025 tercatat 3,8 %. Target tahun ini berada di kisaran 3,5%–3,8%, meskipun kredit ke Agrinas diperkirakan akan menekan NIM sekitar 10 basis poin.
Dari sisi arus kas, kredit Agrinas menggunakan skema amortisasi tahunan dengan masa tenggang delapan bulan. Pembayaran pertama dijadwalkan mulai September 2026, yang diharapkan dapat menjaga kualitas aset dan stabilitas margin BNI ke depan.