Awal Ramadhan Beda, Menag Ajak Umat Islam Kuatkan Persatuan


Rabu, 18 Februari 2026 | 15:31 WIB | dilihat

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat Islam melihat perbedaan awal Ramadhan 1447 H sebagai mozaik persatuan, bukan sumber perpecahan. Pemerintah melalui sidang isbat menetapkan 1 Ramadhan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, karena pemantauan hilal di berbagai titik belum memenuhi kriteria MABIMS—tinggi hilal minimum 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Hasil rukyat menunjukkan elongasi masih di kisaran 0°56’23” hingga 1°53’36”, sehingga pemerintah memutuskan untuk menyempurnakan 30 hari bulan Syakban.

Di sisi lain, Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H pada 18 Februari 2026 dengan menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang berlandaskan hisab astronomi global dan prinsip satu hari satu tanggal di seluruh dunia. Di tengah dua pendekatan yang berbeda ini, Nasaruddin berharap umat tetap menjunjung adab, saling menghormati pilihan masing-masing, dan menjadikan Ramadhan sebagai momentum menguatkan ukhuwah. Menurut Anda, perbedaan awal puasa ini sudah kita sikapi dengan cukup dewasa dan saling menghormati belum?

#Ramadhan1447H #AwalRamadhan #NasaruddinUmar #Kemenag #Muhammadiyah #SidangIsbat #MABIMS #KalenderHijriah #KHGT #PersatuanUmat #MasjidIstiqlal #KontanNews


Berita Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved