Indonesia Didesak Keluar dari Board of Peace Trump, Apa Risikonya bagi Palestina?


Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:19 WIB | dilihat

KONTAN - https://www.kontan.co.id/

Francesca Albanese, Pelapor Khusus PBB untuk hak asasi manusia di wilayah Palestina, meminta Indonesia mempertimbangkan kembali keterlibatannya dalam Board of Peace (BoP) yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Albanese menilai badan tersebut berisiko mengesampingkan suara Palestina karena pengaruh besar Amerika Serikat dan Israel. Namun, pihak BoP membantah anggapan tersebut dan menyatakan bahwa pemerintahan sipil serta pemulihan Gaza melibatkan komite yang terdiri dari para profesional Palestina.

Kementerian Luar Negeri Indonesia menyatakan pembahasan mengenai keterlibatan Indonesia masih ditangguhkan. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto disebut berjanji Indonesia akan keluar jika keikutsertaan tersebut tidak memberikan manfaat bagi Palestina.

Dalam video ini, kita membahas:
- Mengapa struktur Board of Peace menuai kritik.
- Posisi Indonesia di tengah perdebatan mengenai keterwakilan Palestina.
- Risiko dan peluang diplomasi jika Indonesia tetap terlibat.
- Usulan Albanese agar Indonesia mempertimbangkan Hague Group.
- Hambatan gencatan senjata dan masa depan pemerintahan Gaza.
- Ukuran konkret untuk menilai apakah sebuah inisiatif benar-benar membawa perdamaian.
Apakah Indonesia dapat memperjuangkan kepentingan Palestina dari dalam BoP, atau perlu mengevaluasi kembali keikutsertaannya? Simak analisis lengkapnya.

Konten ini membedakan pernyataan Albanese, posisi pihak BoP, dan sikap pemerintah Indonesia berdasarkan informasi yang tersedia.

Jangan lupa subscribe, aktifkan notifikasi, dan bagikan video ini.

#BoardOfPeace #BoP #Palestina #Gaza #FrancescaAlbanese #PrabowoSubianto #DonaldTrump #DiplomasiIndonesia #HukumInternasional #HagueGroup #KonflikPalestina #BeritaInternasional #KontanT

#kontantv #kontan #kontannews
 _________________________________________


Video Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved