Pasar Surat Berharga Negara atau SBN Indonesia disebut masih solid di tengah ketidakpastian pasar keuangan global. Menteri Keuangan Suahasil Nazara menilai spread yield Indonesia terhadap US Treasury serta koordinasi pemerintah dan Bank Indonesia menjadi salah satu penopang stabilitas pasar. Per 15 September 2026, yield SBN rupiah tenor 10 tahun berada di 7,17%, sementara spread Indonesia terhadap sejumlah negara emerging market masih relatif kompetitif. Minat investor juga tercermin dari rata-rata bid to cover ratio lelang SUN sebesar 1,88 kali dan SBSN 2,53 kali. Hingga periode yang dilaporkan, penerbitan SBN mencapai Rp527,4 triliun atau sekitar 66% dari target tahun ini.
#SBN #SuratBerhargaNegara #SUN #SBSN #InvestasiSBN #Obligasi #YieldSBN #US10Y #UST #PasarKeuangan #InvestorAsing #KementerianKeuangan #SuahasilNazara #BankIndonesia #BI #APBN2026 #PasarModal #Investasi #EkonomiIndonesia #EkonomiGlobal #BeritaEkonomi