Rencana Indonesia Kirim 8.000 Pasukan ke Gaza Mendapat Sorotan Media Asing dan Israel


Kamis, 12 Februari 2026 | 12:10 WIB | dilihat

KONTAN - https://www.kontan.co.id/

Sejumlah media asing menyoroti keputusan Indonesia yang akan mempersiapkan pengiriman 8.000 tentaranya ke Gaza.

Keputusan tersebut dibuat usai Indonesia resmi bergabung dengan Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Dalam Dewan tersebut, Trump memiliki mandat untuk membentuk Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF), yang disebut akan membantu mengamankan wilayah perbatasan Gaza.

Dewan Perdamaian juga akan mengawasi pemerintahan teknokrat Palestina yang baru di Gaza dan rekonstruksi pasca-perang

Para anggota Dewan Perdamaian dijadwalkan akan menggelar pertemuan pertama di mereka di Washington pada Kamis (19/2/2026).

Salah satu media asing yang menyoroti rencana pengiriman pasukan Indonesia ke Gaza adalah BBC, dengan menerbitkan atikel berjudul Indonesia preparing to deploy up to 8,000 soldiers to Gaza pada Selasa (10/2/2026).

Media yang berkantor pusat di London, Inggris itu menyoroti Indonesia sebagai negara pertama yang mempersiapkan hingga 8.000 tentara.

Tindakan tersebut merupakan bagian dari fase kedua perjanjian gencatan senjata yang ditengahi oleh Amerika Serikat (AS) pada tahun lalu.

Mengutip dari Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal Maruli Simanjuntak, ia mengatakan pelatihan untuk para prajurit telah dimulai dan akan berfokus pada peran medis dan teknik di Gaza.

Namun, memang belum bisa dipastikan kapan pengiriman pasukan Indonesia akan dilakukan.

BBC juga menyoroti keputusan Presiden Prabowo saat bergabung dengan Dewan Perdamaian Trump.

Sebab, keputusan Prabowo itu dikritik oleh beberapa kelompok Islam di Indonesia, lantaran pemboman Gaza oleh Israel masih terus berlangsung.

Namun, Prabowo berpendapat bahwa sebagai negara Muslim terbesar di dunia, Indonesia harus membantu menstabilkan Gaza.

Ia mengatakan bahwa keterlibatannya akan dilakukan untuk mewujudkan solusi dua negara bagi konflik Israel-Palestina.

Sementara itu, stasiun penyiaran publik Israel, Kan, melaporkan bahwa sebuah area di Gaza selatan, antara Rafah dan Khan Younis, telah ditetapkan untuk digunakan oleh tentara Indonesia.

Negara-negara Muslim lainnya seperti Turkiye dan Pakistan juga mempertimbangkan untuk mengirim pasukan.

Namun, mereka telah memperjelas bahwa hanya akan bertindak sebagai pasukan penjaga perdamaian, dan tidak akan terlibat dalam rencana pelucutan senjata Hamas.

BBC menuturkan, tujuan dari Dewan Perdamaian tersebut adalah untuk membantu mengamankan wilayah perbatasan Gaza serta memastikan demiliterisasi wilayah dengan cara pelucutan senjata Hamas.

Media Israel, Times of Israel, juga memberitakan rencana Indonesia tersebut dengan menerbitkan atrtikel Indonesia says up to 8,000 troops being prepared for possible Gaza deployment.

Mereka menyoroti Indonesia yang sedang mempersiapkan pengerahan 5.000 hingga 8.000 tentara ke Gaza.

Dalam pemberitaannya, Times of Israel mengutip pernyataan Kepala Staf Angkatan Darat Indonesia, Maruli Simanjuntak.

Disebutkan bahwa, rincian mengenai pasukan dan lokasi penempatan masih dinegosiasikan dengan pihak-pihak terkait. Ia hanya menyampaikan, dalam satu brigade, kemungkinan terdapat 5.000 hingga 8.000 tentara.

Times of Israel juga menyinggung Indonesia sebagai negara Muslim terpadat di dunia. Di bawah rencana perdamaian Trump, ISF nantinya akan ditugaskan untuk menyediakan keamanan di Jalur Gaza, sambil secara bertahap mengurangi peran Pasukan Pertahanan Israel (IDF) yang saat ini masih mengendalikan 53 persen wilayah tersebut.

#kontantv #kontan #kontannews
________________________________________


Video Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved