Right issue bank, mana yang menarik?


Rabu, 24 November 2021 | 17:23 WIB | dilihat

PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (AGRO), PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK), PT Bank JTrust Indonesia Tbk (BCIC), PT Bank Bumi Arta Tbk (BNBA), dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) akan menerbitkan saham baru atau rights issue. Dari saham-saham tersebut, mana yang paling direkomendasikan untuk dibeli?

Berdasarkan data yang dihimpun Kontan.co.id, para emiten ini menyelenggarakan rights issue untuk memperoleh dana untuk macam-macam kebutuhan. Mulai dari peningkatan penyaluran kredit, peningkatan aset produktif, pemenuhan modal inti minimum, hingga pengembangan digital banking.

BCIC yang melepas 4,54 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 330 per saham sudah melewati cum date pada 22 November 2021. Sementara itu, AGRO yang mengeluarkan saham baru 1,05 miliar dengan harga Rp 1.100 per saham, cum date masih di 26 November 2021.

Sementara cum date BANK dan BNBA yang rights issue masing-masing sejumlah 2 miliar saham dan 750 juta saham, masih di awal Desember 2021. Sementara rights issue BJBR rencananya baru akan berlangsung di kuartal I-2022.

Di tengah rencana rights issue atau penerbitan saham baru, harga saham-saham di atas cenderung melemah. Pada perdagangan Rabu 24 November 2021, saham BANK ditutup di Rp 2.690 turun 3,24% dalam seminggu terakhir.

Pada periode yang sama, harga saham AGRO di Rp 2.090 turun 6,70%.Sementara harga saham BCIC di level 260 turun 9,72% dalam seminggu terakhir.

Harga saham BNBA juga melemah ke level 3.340, turun 4,84%. Sedangkan harga saham BJBR cenderung stagnan di level 1.395. Namun dalam sebulan terakhir, harga saham BJBR 2,11%.



Analis Panin Sekuritas William Hartanto menilai, penggunaan dana rights issue untuk pengembangan bisnis bakal mendapat respons positif dari pelaku pasar. Pasalnya, ekspansi usaha menunjukkan bahwa dananya akan digunakan untuk kegiatan produktif, dibandingkan dengan penggunaan dana rights issue untuk melunasi utang.

Untuk memilih saham rights issue yang oke, William menyampaikan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, terutama harga pelaksanaan rights issue serta ada tidaknya pembeli siaga.



Menurut William, harga pelaksanaan rights issue yang menarik adalah yang berada di bawah harga pasar sahamnya. Sementara keberadaan pembeli siaga dianggap penting karena ada pihak yang siap menyerap saham baru yang dikeluarkan.

Di antara saham-saham di atas, William menilai rights issue BJBR paling menarik ditebus karena memiliki jumlah saham baru yang paling sedikit. "Dengan jumlah saham baru paling sedikit, berarti kemungkinan dilusi kepemilikannya juga tidak akan terlalu banyak," ucap William.



Selain itu, rights issue AGRO dan BCIC juga bisa menjadi pilihan karena memiliki harga penawaran di bawah harga pasar. Jika tertarik, investor bisa memanfaatkan peluang penurunan harga sebelum pelaksanaan rights issue untuk membeli saham-saham ini.

"Saham-saham yang rights issue umumnya mengalami pelemahan harga sehingga kemungkinan saham-sahamnya menurun dulu," kata William.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat secara teknikal, ada dua saham yang berpeluang menguat dalam jangka menengah, yakni BANK dan BCIC. Target harga untuk BANK berada di Rp 3.100-Rp 3.300 dan Rp 380-Rp 400 untuk BCIC.

Meskipun ada peluang menguat, dua saham ini berpotensi juga untuk turun terlebih dahulu. Oleh sebab itu, para investor dapat mencermati level support pada BANK dan BCIC. "Selama tidak break dari support-nya, maka kami perkirakan harganya masih cenderung uptrend," ucap Herditya.



#Rightissuebank #sahamrightsissue #penerbitansahambaru



Video Terkait
Video Lainnya
Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved