5 Pimpinan Baru OJK Dilantik, Ini PR Besar yang Menanti


Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:45 WIB | dilihat

KONTAN - https://www.kontan.co.id/

Otoritas Jasa Keuangan akhirnya memiliki pimpinan baru untuk periode lima tahun ke depan.

Namun, di balik penetapan tersebut, terdapat berbagai pekerjaan rumah besar yang harus segera diselesaikan.

Mulai dari reformasi pasar modal, pengawasan perbankan, hingga perlindungan konsumen di sektor keuangan.

Lalu apa saja tantangan yang menanti pimpinan baru OJK?

Dewan Perwakilan Rakyat telah menyetujui lima anggota baru Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan untuk periode 2026 hingga 2031.

Dalam susunan baru tersebut, Friderica Widyasari Dewi ditetapkan sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK.

Sementara posisi Wakil Ketua diisi oleh Hernawan Bekti Sasongko.

Kemudian ada Hasan Fawzi sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon.

Selain itu, Dicky Kartikoyono ditunjuk sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen.

Dan Adi Budiarso sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Digital, dan Kripto.

Menurut Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, kehadiran pimpinan baru OJK sangat penting untuk memulihkan kepercayaan pasar.

Pasalnya, dinamika yang terjadi di pasar keuangan pada awal tahun membuat pelaku pasar membutuhkan kepastian kebijakan dari regulator.

Karena itu, kepemimpinan yang cepat, tegas, transparan, dan konsisten dinilai sangat dibutuhkan.

Salah satu pekerjaan rumah terbesar bagi pimpinan baru Otoritas Jasa Keuangan adalah memperkuat integritas pasar modal.

Langkah ini dapat dilakukan melalui berbagai reformasi, seperti:

meningkatkan transparansi data kepemilikan saham

memperjelas klasifikasi investor

menaikkan batas minimum free float

serta memperketat pengawasan kepemilikan saham.

Pembentukan satuan tugas reformasi integritas pasar modal juga dinilai penting untuk memperkuat kredibilitas pasar keuangan Indonesia.

Selain pasar modal, sektor perbankan juga menjadi fokus utama pengawasan OJK.

Regulator diharapkan mampu memastikan kualitas aset perbankan tetap terjaga di tengah peningkatan penyaluran kredit.

Hal ini penting agar pertumbuhan kredit tidak menimbulkan risiko baru bagi stabilitas sistem keuangan.

OJK juga diharapkan memperkuat pengawasan terhadap bank yang dinilai masih rentan.

Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah Bank Perkreditan Rakyat atau Bank Perkreditan Rakyat.

Pasalnya, dalam beberapa waktu terakhir terdapat sejumlah pencabutan izin BPR yang menunjukkan pentingnya pengawasan mikro di sektor perbankan.

Fokus pada Perlindungan Konsumen dan Risiko Siber

Selain itu, regulator juga perlu meningkatkan perlindungan konsumen serta memperkuat pengelolaan risiko siber di industri keuangan.

Langkah ini menjadi penting di tengah perkembangan teknologi finansial dan meningkatnya aktivitas digital di sektor keuangan.

Dengan berbagai tantangan tersebut, pimpinan baru Otoritas Jasa Keuangan memiliki tugas besar untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendorong pertumbuhan industri keuangan nasional.

Kini pasar menunggu langkah konkret dari kepemimpinan baru OJK untuk memperkuat kepercayaan dan stabilitas sektor keuangan Indonesia.

#kontan #kontannews #kontantv


Video Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved