2 Kapal Pertamina Terjebak di Zona Perang Timur Tengah! Pemerintah Lakukan Negosiasi


Sabtu, 14 Maret 2026 | 01:15 WIB | dilihat

KONTAN - https://www.kontan.co.id/

Ketegangan di Timur Tengah ternyata juga berdampak langsung pada Indonesia.

Dua kapal tanker milik Pertamina dilaporkan masih terjebak di wilayah Teluk Persia yang saat ini menjadi zona konflik.

Pemerintah Indonesia bahkan harus melakukan negosiasi dengan otoritas di kawasan tersebut agar kapal-kapal ini bisa keluar dengan aman.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat dua kapal tanker milik Pertamina yang masih berada di kawasan Timur Tengah.

Kedua kapal tersebut adalah VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro.

Menurut Bahlil, pemerintah sedang melakukan negosiasi dengan otoritas terkait agar kapal tersebut bisa segera keluar dari wilayah konflik.

Berdasarkan informasi dari Pertamina International Shipping, kapal Gamsunoro saat ini berada di kawasan Khor al Zubair, Irak, dan sedang melakukan proses pemuatan kargo.

Sementara VLCC Pertamina Pride telah menyelesaikan proses pemuatan minyak di Ras Tanura, Arab Saudi.

Namun kedua kapal tersebut masih berada di kawasan Teluk Persia, sehingga belum dapat melanjutkan perjalanan.

Kedua kapal tanker ini rencananya akan melewati jalur vital dunia, yaitu Selat Hormuz.

Namun hingga saat ini mereka masih menunggu kondisi keamanan membaik sebelum melintas.

Menurut pihak Pertamina, kapal-kapal tersebut dalam kondisi aman dan terus dipantau secara intensif.

Ketegangan di kawasan tersebut meningkat setelah angkatan laut Islamic Revolutionary Guard Corps atau IRGC Iran melakukan penindakan terhadap kapal yang melewati Selat Hormuz tanpa izin.

Komandan Angkatan Laut IRGC, Alireza Tangsiri, bahkan menegaskan bahwa setiap kapal yang ingin melintas harus mendapatkan izin dari otoritas Iran.

Sebelumnya, kapal kargo Mayuree Naree dari Thailand dan Express Room dari Liberia dilaporkan diserang setelah tetap melintas meski telah diperingatkan.

Di tengah situasi tersebut, pemerintah memastikan pasokan energi Indonesia masih aman.

Dua kapal Pertamina lainnya, yakni PIS Rinjani dan PIS Paragon, telah berhasil keluar dari zona konflik.

Secara keseluruhan, distribusi energi nasional juga didukung oleh lebih dari 345 armada kapal yang dikelola oleh grup Pertamina.

Meski dua kapal Pertamina masih tertahan di kawasan Teluk Persia, pemerintah memastikan proses negosiasi terus berjalan.

Dunia kini memantau situasi di Selat Hormuz, karena jalur ini merupakan salah satu rute perdagangan minyak paling penting di dunia.

Jika ketegangan terus meningkat, dampaknya bukan hanya dirasakan Timur Tengah, tetapi juga ekonomi global.

#kontan #kontannews #kontantv


Video Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved