Harga Minyak Tembus US$100 per Barel, IHSG Berpotensi Tertekan


Selasa, 10 Maret 2026 | 19:51 WIB | dilihat

Harga minyak dunia yang menembus US$100 per barel mulai memberi tekanan pada pasar saham Asia, termasuk Indonesia. Sentimen negatif dari lonjakan harga energi membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melemah dalam jangka pendek. Pengamat pasar modal Irwan Ariston menilai dampak terhadap IHSG sangat bergantung pada durasi konflik geopolitik dan seberapa lama harga minyak bertahan di level tinggi. Jika kenaikan hanya sementara, tekanan terhadap pasar saham domestik kemungkinan terbatas, namun jika konflik berlarut dan harga minyak terus naik, volatilitas pasar bisa meningkat.

Secara teknikal, IHSG masih memiliki area penahan penurunan di kisaran 6.700 hingga 7.250 yang dapat menjadi zona support utama. Dalam situasi pasar yang tidak pasti, investor disarankan lebih defensif dengan memperkuat manajemen risiko, melakukan akumulasi bertahap pada saham berfundamental kuat, serta mengurangi eksposur pada saham spekulatif sambil meningkatkan porsi kas dalam portofolio.

#IHSG #HargaMinyak #PasarSaham #Investasi #BursaEfekIndonesia #VolatilitasPasar #StrategiInvestasi #KontanNews


Video Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved