Harga minyak dunia melonjak tajam hingga menembus US$100 per barel setelah produksi dari sejumlah negara Timur Tengah terganggu akibat penutupan Selat Hormuz di tengah konflik dengan Iran. Minyak West Texas Intermediate (WTI) naik sekitar 17% menjadi US$106,22 per barel, sementara Brent melonjak 15% ke US$106,92 per barel. Sepanjang pekan, harga minyak AS bahkan tercatat naik hingga 35%—kenaikan mingguan terbesar sejak 1983—seiring kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global dari kawasan yang menyumbang sekitar 20% perdagangan minyak dunia.
Ketegangan semakin meningkat setelah beberapa produsen seperti Kuwait dan Irak memangkas produksi sebagai langkah antisipasi risiko keamanan di jalur pelayaran energi tersebut. Di tengah situasi ini, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut lonjakan harga minyak sebagai konsekuensi yang harus diterima dalam menghadapi ancaman nuklir Iran, sementara Iran menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru menggantikan Ayatollah Ali Khamenei yang tewas dalam serangan sebelumnya. Dengan Selat Hormuz yang menjadi jalur vital energi dunia, gangguan distribusi ini langsung mengguncang pasar dan memperbesar risiko krisis energi global dalam waktu dekat.
#HargaMinyak #Brent #WTI #SelatHormuz #Iran #TimurTengah #KrisisEnergi #Geopolitik #EnergiGlobal #KontanNews