FBI Peringatkan Serangan Drone Iran ke California! AS Siaga


Jumat, 13 Maret 2026 | 14:48 WIB | dilihat

KONTAN - https://www.kontan.co.id/

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat.

Kali ini, ancaman baru muncul langsung ke wilayah daratan Amerika.

Federal Bureau of Investigation atau FBI dilaporkan telah mengeluarkan peringatan kepada aparat kepolisian di negara bagian California mengenai dugaan rencana serangan drone yang diduga berasal dari Iran.

Serangan tersebut disebut-sebut bisa diluncurkan dari kapal yang berada di lepas pantai Amerika Serikat.

Dalam dokumen peringatan yang disebarkan kepada aparat keamanan, FBI menyebut informasi ini sudah mereka peroleh sejak awal Februari 2026.

Iran diduga berencana meluncurkan serangan kejutan menggunakan drone dari kapal yang tidak teridentifikasi di lepas pantai daratan Amerika.

Target serangan disebut berada di wilayah California, tepatnya di kawasan Pantai Barat Amerika Serikat.

Namun hingga kini, pihak FBI mengaku belum memiliki rincian pasti mengenai waktu, metode, maupun target spesifik dari rencana serangan tersebut.

Peringatan ini muncul di tengah operasi militer yang dilakukan pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap Iran.

Dalam beberapa pekan terakhir, konflik antara kedua negara memanas setelah Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan terhadap sejumlah target di Iran.

Sebagai respons, Iran diketahui melancarkan berbagai serangan balasan menggunakan drone dan rudal ke target-target di kawasan Timur Tengah.

Meski demikian, seorang pejabat Amerika menyebut serangan militer selama 12 hari yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel diyakini telah melemahkan kemampuan Iran untuk melancarkan serangan jarak jauh ke wilayah Amerika.

Selain ancaman dari Iran, aparat keamanan Amerika juga menghadapi potensi bahaya lain.

Intelijen AS mengkhawatirkan penggunaan teknologi drone oleh kartel narkoba di Mexico.

Dokumen intelijen bahkan menyebut adanya kemungkinan drone pembawa bahan peledak digunakan untuk menyerang personel militer atau aparat penegak hukum Amerika di kawasan perbatasan.

Jika benar terjadi, serangan semacam ini akan menjadi peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya di wilayah Amerika Serikat.

Menanggapi situasi tersebut, kantor Gubernur Gavin Newsom menyatakan telah meningkatkan koordinasi dengan berbagai lembaga keamanan.

Pemerintah negara bagian bekerja sama dengan aparat lokal, negara bagian, dan federal untuk memastikan keamanan masyarakat tetap terjaga.

Sementara itu, Los Angeles County Sheriff's Department juga meningkatkan tingkat kesiagaan dengan memperkuat patroli keamanan.

Patroli tambahan dilakukan di berbagai lokasi sensitif seperti rumah ibadah, institusi budaya, serta tempat-tempat publik yang dianggap strategis.

Mantan pejabat intelijen keamanan dalam negeri Amerika, John Cohen, menilai langkah FBI mengeluarkan peringatan ini sangat penting.

Menurutnya, Iran memiliki jaringan yang cukup luas di kawasan Amerika Latin, termasuk di Meksiko dan Amerika Selatan.

Selain itu, Iran juga dikenal memiliki teknologi drone yang cukup maju serta motivasi kuat untuk melakukan serangan balasan terhadap Amerika.

Hingga kini, aparat intelijen Amerika Serikat masih terus memantau perkembangan situasi.

Mereka berupaya memastikan apakah Iran benar-benar telah menempatkan perangkat tempur di sekitar wilayah Amerika, baik di daratan maupun di kapal laut.

Di tengah memanasnya konflik antara Washington dan Teheran, ancaman keamanan kini tidak lagi hanya terjadi di Timur Tengah, tetapi juga berpotensi menjangkau wilayah Amerika Serikat sendiri.

#kontantv #kontan #kontannews
________________________________________


Video Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved