Enam Bulan Purbaya Jadi Menkeu, Ekonom Singgung Disiplin Fiskal Makin Memburuk


Selasa, 10 Maret 2026 | 06:48 WIB | dilihat

KONTAN - https://www.kontan.co.id/

Apakah kebijakan fiskal Indonesia sedang berada di ujung tanduk? Dalam enam bulan terakhir, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa jadi sorotan. Dari penurunan rating kredit sampai program Makan Bergizi Gratis yang terhambat, apa sebenarnya yang terjadi.

Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings baru-baru ini menurunkan outlook peringkat kredit Indonesia menjadi NEGATIF. Moody’s pun mengingatkan risiko fiskal yang makin menonjol. Kedua rating ini bukan sekadar angka; mereka memengaruhi biaya pinjaman negara dan kepercayaan investor.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi tetap di kisaran 5% selama beberapa kuartal terakhir. Tanpa akselerasi, target pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan lewat kebijakan fiskal belum tercapai.

Bhima Yudhistira dari Celios menyoroti bahwa defisit APBN berpotensi melebar hingga 3,3-3,6?% PDB bila harga minyak dunia terus naik. Fiscal buffer yang dulu kuat kini menipis, menambah beban pada anggaran negara.

Dokumen APBN 2026 yang terlambat dipublikasikan menimbulkan pertanyaan tentang akurasi data fiskal. Transparansi adalah salah satu kriteria utama penilaian lembaga rating, sehingga keterlambatan ini memperburuk persepsi risiko.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih belum mendapat alokasi yang memadai. Penyesuaian anggaran untuk program konsumsi ini masih minim, padahal kebutuhan gizi masyarakat, terutama anak?anak, sangat mendesak.

Di tingkat daerah, sekitar 58?% dana desa dialihkan ke program Koperasi Desa Merah Putih. Pergeseran ini berpotensi mengganggu prioritas pembangunan lokal dan menimbulkan distorsi fiskal.

Pembayaran kompensasi kepada Pertamina dan PLN belum rutin seperti yang dijanjikan. Ketidakpastian ini dapat menekan arus kas BUMN, terutama saat harga minyak berfluktuasi, dan berisiko memicu penyesuaian harga BBM.

Bhima menilai pemerintah terlalu "over promised" dan "bluffing", sehingga menurunkan kepercayaan pasar dan publik. Janji yang terlalu optimistis tanpa dukungan data dapat memperparah persepsi risiko.

Kombinasi rating negatif, defisit yang melebar, kurangnya transparansi, dan program prioritas yang belum optimal menimbulkan tekanan nyata pada fiskal Indonesia. Jika tidak ditangani, risiko kenaikan biaya pinjaman dan penurunan kepercayaan investor bisa berlanjut.

#kontantv #kontan #kontannews
________________________________________


Video Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved