Iran Tolak Gencatan Senjata! Siap Lawan AS dan Israel Sampai Akhir


Selasa, 10 Maret 2026 | 03:15 WIB | dilihat

KONTAN - https://www.kontan.co.id/

Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas.

Pemerintah Iran secara tegas menolak seruan gencatan senjata dalam konflik melawan United States dan Israel.

Teheran bahkan menyatakan siap melanjutkan perlawanan hingga perang benar-benar berakhir secara permanen.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa negaranya tidak akan menghentikan perlawanan selama ancaman terhadap rakyat Iran masih ada.

Dalam wawancara dengan program Meet the Press di NBC News, Araghchi menuduh Amerika Serikat dan Israel melakukan pelanggaran kemanusiaan serius.

Ia menyebut serangan militer yang terjadi telah menewaskan warga sipil, termasuk anak-anak dan pelajar, serta menargetkan fasilitas penting seperti rumah sakit.

Menurut Araghchi, situasi ini membuat Iran tidak memiliki pilihan selain terus melawan.

Araghchi juga menyinggung pengalaman konflik sebelumnya.

Ia mengatakan bahwa gencatan senjata yang pernah dicapai dalam perang sebelumnya justru dilanggar, sehingga Iran meragukan efektivitas kesepakatan damai baru.

Menurutnya, satu-satunya cara mengakhiri konflik adalah penghentian perang secara permanen.

Jika hal itu belum tercapai, Iran akan terus mempertahankan diri demi keamanan negaranya.

Dalam perkembangan lain, muncul laporan bahwa Russia memberikan bantuan intelijen kepada Iran.

Informasi tersebut disebut mencakup lokasi pasukan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, termasuk posisi kapal perang AS.

Namun Araghchi menyatakan bahwa kerja sama antara Iran dan Rusia bukanlah hal baru.

Ia menegaskan kedua negara memang memiliki hubungan strategis dalam berbagai bidang.

Iran juga menegaskan bahwa mereka tidak berniat menyerang negara-negara di kawasan Teluk.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian sebelumnya menyatakan bahwa negaranya hanya akan menyerang jika negara-negara tersebut membantu operasi militer Amerika atau Israel.

Araghchi menambahkan bahwa target utama Iran sebenarnya adalah pangkalan dan aset militer Amerika Serikat yang berada di wilayah negara-negara tersebut.

Ia bahkan menyebut pemerintah Iran telah menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat di kawasan Teluk atas dampak konflik yang terjadi.

Araghchi juga menanggapi tudingan Presiden AS Donald Trump yang menyebut Iran tengah mengembangkan rudal yang mampu menjangkau Amerika Serikat.

Menurutnya, Iran memang memiliki kemampuan memproduksi rudal, tetapi sengaja membatasi jangkauannya hingga di bawah 2.000 kilometer.

Hal itu dilakukan agar Iran tidak dianggap sebagai ancaman bagi negara lain di dunia.

Pernyataan keras dari pemerintah Iran menunjukkan bahwa konflik di Timur Tengah masih jauh dari kata selesai.

Dengan meningkatnya ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel, banyak pihak kini khawatir konflik ini bisa berkembang menjadi perang yang lebih luas di kawasan.

Dunia pun kini menunggu apakah diplomasi masih bisa menghentikan eskalasi yang semakin berbahaya ini.

#kontan #kontannews #kontantv


Video Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved