Harga Nikel Dunia Melonjak karena Kuota Produksi Tambang Nikel Dipangkas


Jumat, 13 Februari 2026 | 14:12 WIB | dilihat

Harga nikel kembali menguat untuk sesi keempat berturut-turut pada Rabu, 11 Februari 2026, didorong langkah Indonesia memangkas kuota produksi tahun ini. Di London Metal Exchange, harga nikel tiga bulan naik 2,7% ke US$ 17.955 per metrik ton pada pukul 17:05 GMT, sementara harga spot sempat menyentuh US$ 18.020 per ton, tertinggi sejak 30 Januari 2026.

Produsen Prancis Eramet mengungkap, alokasi produksi awal untuk joint venture PT Weda Bay Nickel, Tsingshan, dan PT Antam tahun ini hanya 12 juta ton metrik basah, anjlok dari 32 juta ton pada 2025. Mereka berencana mengajukan revisi kuota ke atas. Sejak Indonesia berjanji mengurangi pasokan, harga nikel sudah melonjak sekitar 22,8% dalam dua bulan terakhir—menguatkan persepsi bahwa Jakarta kini mulai memanfaatkan “kekuatan” penetapan harga di pasar global.

Analis komoditas WisdomTree, Nitesh Shah, menyebut sekitar 60% produksi nikel dunia berada di bawah kendali Indonesia, menjadikannya bahkan lebih berpengaruh dibanding OPEC di pasar minyak. Meski demikian, International Nickel Study Group masih memperkirakan surplus nikel 261.000 ton pada 2026.

#Nikel #HargaNikel #Komoditas #LogamIndustri #Indonesia #WedaBayNickel #Tsingshan #Antam #LondonMetalExchange #WisdomTree #PasarGlobal #InvestasiKomoditas #KontanNews


Video Terkait

Logo Kontan
2018 © Kontan.co.id All rights reserved