PT Agrinas Pangan Nusantara kembali jadi sorotan setelah memutuskan mengimpor 105.000 kendaraan niaga dari India untuk mendukung Koperasi Desa dan Kelurahan. Di tengah desakan peninjauan ulang dari DPR dan pelaku industri, Direktur Utama Agrinas Joao Angelo De Sausa Mota mengakui perusahaan sudah menyetor uang muka 30% dari total kontrak Rp 24,66 triliun, dan sebagian unit Tata Motors serta Mahindra & Mahindra sudah tiba di Tanjung Priok.
Ketua Badan Anggaran DPR Said Abdullah, Kadin, hingga ekonom Celios menilai kebutuhan armada koperasi seharusnya menjadi momentum penguatan industri otomotif nasional, bukan memperbesar aliran dana ke luar negeri tanpa nilai tambah berarti bagi desa. Di tengah polemik dan tarik-menarik kepentingan ini, akankah pemerintah berani mengkaji ulang, atau impor 105.000 kendaraan niaga ini tetap jalan terus?
#Agrinas #ImporKendaraanNiaga #KoperasiDesa #KoperasiMerahPutih #IndustriOtomotifNasional #APBN #Mahindra #TataMotors #TanjungPriok #KontanNews