Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyambut hangat Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, di Gedung Putih pada Kamis (19/3). Dalam pertemuan tersebut, Trump memuji sikap Jepang yang dinilainya lebih aktif dalam merespons konflik Iran, berbeda dengan aliansi NATO.
rump sebelumnya mengkritik sekutu-sekutunya yang dianggap memberikan dukungan setengah hati terhadap kampanye militer Amerika Serikat dan Israel. Meski demikian, ia tetap mendorong keterlibatan internasional, khususnya dalam upaya membersihkan ranjau laut dan mengawal kapal tanker di Selat Hormuz, yang sebagian besar ditutup Iran akibat konflik.
enjelang pertemuan, Jepang bersama sejumlah negara Eropa merilis pernyataan bersama yang menegaskan komitmen untuk menstabilkan pasar energi global serta kesiapan berkontribusi dalam menjaga keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz.
i Ruang Oval, Trump menyebut kemenangan pemilu Takaichi bulan lalu sebagai “bersejarah” dan menyatakan bahwa kedua negara akan membahas berbagai isu, mulai dari perdagangan hingga Iran.
ldquo;Kami memiliki hubungan yang sangat kuat dengan Jepang dalam banyak hal. Berdasarkan pernyataan terbaru mereka, Jepang benar-benar menunjukkan peran lebih besar, tidak seperti NATO,” kata Trump.
eski menekankan bahwa Amerika Serikat tidak membutuhkan bantuan, Trump menilai sudah sewajarnya negara-negara sekutu turut berkontribusi. “Kami tidak membutuhkan apa pun. Tapi saya pikir sudah tepat jika semua pihak ikut ambil bagian,” ujarnya.
ementara itu, Takaichi menyampaikan bahwa ia membawa sejumlah proposal konkret untuk meredakan gejolak pasar energi global. Ia juga menegaskan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.
akaichi mengecam serangan Iran di Selat Hormuz dan menyebut Trump sebagai sosok yang diyakini mampu menciptakan perdamaian. Ia juga memperingatkan bahwa konflik di Timur Tengah berpotensi mengguncang ekonomi global. Namun di sisi lain, Jepang tetap menjalin komunikasi diplomatik dengan Teheran.
erbeda dengan Washington, Tokyo masih memiliki hubungan diplomatik dengan Iran, sehingga berpotensi menjadi jalur mediasi, meski upaya serupa pada 2019 belum membuahkan hasil.
etergantungan Energi Jadi Sorotan
unjungan Takaichi ke Gedung Putih juga bertujuan memperkuat kemitraan keamanan dan ekonomi antara Jepang dan Amerika Serikat. Namun, muncul kekhawatiran bahwa Trump akan menekan Jepang untuk berbuat lebih jauh dalam konflik Iran.
ebagai negara yang bergantung pada impor minyak mentah dari kawasan Teluk, Jepang memiliki kepentingan besar terhadap stabilitas pasokan energi. Menteri Keuangan AS sebelumnya menyebut Jepang kemungkinan akan meningkatkan peran, termasuk memanfaatkan cadangan minyak strategisnya.
eski demikian, Takaichi menegaskan bahwa Jepang belum menerima permintaan resmi dari Amerika Serikat terkait Iran, dan masih mengkaji langkah yang dapat diambil sesuai batasan konstitusi negaranya.
rump sendiri menyatakan bahwa isu energi akan menjadi salah satu topik utama pembahasan. Takaichi menambahkan, kedua negara juga akan membahas keamanan ekonomi, termasuk di sektor energi dan mineral.
elain itu, pejabat Jepang menyebut Takaichi juga ingin mengingatkan Trump tentang meningkatnya pengaruh China di kawasan, khususnya terkait Taiwan. Namun, pernyataan Takaichi sebelumnya soal Taiwan sempat memicu ketegangan dengan Beijing.
i tengah pertemuan, Takaichi menegaskan bahwa Jepang tetap terbuka untuk dialog dengan China.
erja Sama Militer dan Investasi
epang juga diperkirakan akan diminta untuk memproduksi atau mengembangkan bersama rudal guna mengisi kembali stok amunisi AS yang menipis akibat perang di Iran dan Ukraina.
elain itu, Jepang berencana bergabung dalam inisiatif pertahanan rudal “Golden Dome” yang dirancang untuk mendeteksi dan menghadapi ancaman dari luar angkasa.
alam bidang ekonomi, Takaichi dijadwalkan mengumumkan investasi baru Jepang di Amerika Serikat. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen sebelumnya senilai US$ 550 miliar untuk meredakan tekanan tarif dari Washington.
ebagai tahap lanjutan, Jepang diperkirakan akan menambah investasi sekitar US$ 60 miliar di sektor mineral kritis dan energi, setelah sebelumnya menggelontorkan US$ 36 miliar untuk tiga proyek utama.
Trump #Jepang #Iran #SelatHormuz #EnergiGlobal #NATO #Geopolitik #MinyakDunia #KrisisEnergi #EkonomiGlobal #BeritaDunia #ASJepang #China #Taiwan #Investasi #Pertahanan #BreakingNews #KontanNews #UpdateGlobal